Minggu, 06 Maret 2022

BEDAH KASUS 4: Kompetensi Sosial Emosional

BEDAH KASUS 4: Kompetensi Sosial Emosional

Pengantar:

Bapak Eling telah menjadi guru selama lebih dari 5 tahun. Suatu pagi, Bapak Eling merasakan tubuhnya seakan berat untuk bangun dari tidurnya. Dia juga merasa berat untuk berdiri dan bergerak berangkat menuju sekolah. Akhir–akhir ini pun selama berada di dalam kelas, Bapak Eling sering tiba-tiba merasakan jantungnya berdetak cepat. Pikirannya bercabang-cabang, dan ia sering merasakan dirinya mengalami kecemasan. Saat ini memang selain sibuk mengajar, Bapak Eling juga harus menjadi ketua panitia perayaan 17 Agustus yang akan dilaksanakan di sekolahnya 1 bulan lagi.  Berikut 5 kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah secara berurutan dan lakukan refleksi setelah membaca. 

Berikut kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah dan lakukan refleksi setelah membaca.

Setelah selesai memeriksa proposal acara 17 Agustus, Bapak Eling mengirimkan proposal tersebut kepada kepala sekolah. Ternyata proposal yang dikirimkan oleh Bapak Eling dinilai tidak sesuai oleh kepala sekolah. Kepala Sekolah meminta agar isinya sesuai dengan pengarahan awal yaitu agar acara lebih banyak melibatkan orang tua murid. Bapak Eling tidak menyangka jika dia harus melakukan koreksi dan koordinasi ulang dengan tim acara. Revisi proposal tentu akan memakan waktu lagi dan Bapak Eling sudah membayangkan ini akan menghambat tugas-tugasnya yang lain. Bapak Eling mengungkapkan hal ini kepada wakil ketua panitia. Bapak Eling mengungkapkan bahwa dia tidak mau mengubah proposal dan meminta Wakil  Ketua Panitia tersebut yang merevisi proposal.


Jawablah pertanyaan berikut.

  1. Apakah situasi yang dihadapi Bapak Eling? Mohon uraikan dengan singkat, padat,  dan jelas.
  2. Apa kompetensi sosial dan emosional yang diperlukan  Bapak Eling dalam menghadapi masalah tersebut? Jelaskan jawaban Anda. (Hubungkan dengan kerangka atau panduan yang ada di artikel-artikel yang telah dibaca sebelumnya)
  3. Seandainya Anda adalah Bapak Eling, apa yang akan Anda lakukan?
Jawaban Saya:

1. Situasi yang dihadapi Bapak Eling adalah kecewa karena proposal yang diajukan harus direvisi lagi, padahal hal itu akan banyak menghambat pekerjaan lainnya. Bapak Eling tidak mau merevisi dan meminta wakil panitia merevisinya.

2. Kompetensi Sosial Emosional yang diperlukan Bapak Eling adalah Keterampilan Berelasi – Kerja Sama dan Resolusi Konflik. Bapak Elling harus dapat menyampaikan keberatan atau ketidaksetujuannya kepada kepala sekolah dengan cara yang baik dan tidak menyinggung. Bapak eling bisa menyampaikan kelebihan dan kekurangan jika proposal direvisi kembali. 

3. Jika saya dihadapkan pada situasi pak Eling, sejujurnya saya pun akan merasa kesal. Sesaat saya akan tarik nafas dan melakukan STOP terlebih dahulu. Kemudian saya akan berbicara lagu dengan bapak kepala sekolah sambil menyiapkan diri tentang hal yang akan saya bicarakan. Saya akan berupaya mengomunikasikannya dengan cara yang bisa dipahami dn tidak menyinggung beliau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Refleksi Ke-24

Jurnal Refleksi Ke-24 (13 Juni s.d 18 Juni 2022) Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Pada Minggu ini saya melakukan Pendapi...