Minggu, 29 Mei 2022

3.1.a.10. Aksi Nyata Praktik Menjadi Pengambil Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

 3.1.a.10. Aksi Nyata Praktik Menjadi Pengambil Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Pengambilan Keputusan Untuk Kasus Nadya, Murid yang Izin Tidak Masuk Sekolah Karena Mudik

Saat Ujian Sekolah (US) kelas 9 yang bertepatan dengan bulan puasa, murid saya bernama Nadya kelas 8A, meminta izin tidak masuk sekolah setelah liburan US karena akan segera mudik ke Jakarta sebelum liburan US. Padahal setelah US, kelas 8 masuk sekolah lagi selama seminggu. Setelah itu baru libur Idul Fitri. Tentu saja secara spontan saya tidak mengizinkan karena berarti Nadya tidak sekolah selama seminggu. Tapi, Nadya mengatakan bahwa dia dan keluarganya sudah memesan tiket untuk mudik ke Jakarta dan kalau misalnya Nadya bolak balik akan menjadi beban biaya untuk keluarga dan secara waktu pun kurang efektif, padahal situasi mudik sedang pada titik puncak kemacetan Jakarta-Bandung.

Pada situasi itu, sejujurnya saya mengalami kebingungan di dalam memberikan keputusan. Jika saya izinkan tentu saya membiarkan Nadya tidak mengikuti pembelajaran selama seminggu dan akan menimbulkan kecemburuan pada anak lainnya karena Nadya bisa izin sekolah lebih lama dari yang lainnya. Akan tetapi, jika saya berada pada posisi Nadya dan keluarganya ,saya juga akan keberatan harus pulang pergi Jakarta-Bandung dalam waktu dua minggu dengan situasi kemacetan dimana-mana dan harus mengeluarkan biaya double.


Gambar1: Nadya Izin Mudik

Kebetulan, pada saat terjadi Kasus Nadya, saya sedang mempelajari tentang materi  Pengambilan Keputusan Sebagai pemimpin Pembelajaran. Saya pikir, kasus Nadya ini bisa saya putuskan dengan mempraktikan materi yang sudah saya dapatkan, yaitu dengan Empat Paradigma Dilema Etika, Tiga Prinsip Pengambilan Keputusan dan Sembilan langkah pengambilan keputusan. Saya pun menuangkan rencana pengambilan keputusan tersebut dalam video yang diupload di Youtobe  (Tugas Demontrasi Kontekstua


Gambar 2: Rencana Pengambilan Keputusan

Langkah pengambilan keputusan bersadarkan Empat Paradigma Dilema Etika, Tiga Prinsip Pengambilan Keputusan, dan 9 Langkah pengambilan Keputusan:

·      Berdasarkan Empat paradigma dilema etika yang saya hadapi adalah Keadilan lawan Rasa Kasihan Dalam paradigma ini, ada pilihan antara mengikuti aturan tertulis atau tidak mengikuti aturan sepenuhnya. Pilihan yang ada adalah memilih antara keadilan dan perlakuan yang sama bagi semua orang di satu sisi, dan membuat pengecualian karena kemurahan hati dan kasih sayang, di sisi lain. Di dalam kasus yang saya hadapi saya harus memilih antara pemberian aturan yang sama untuk Nadya seperti pada anak lainnya lawan rasa empati dengan kondisi yang dihadapi Nadya.

·      Berdasarkan tiga prinsip pengambilan keputusan, prinsip yang saya gunakan adalah Berpikir Berbasis Rasa Peduli.

 

·      Sembilan Langkah pengambilan Keputusan

 

1.      Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan

Kasus Nadya ini menurut saya merupakan kasus yang menyangkut dilema etika karena meskipun terkesan sepele hal ini berkaitan dengan sikap Nadya di masa yang akan datang ketika berhadapan pada situasi seperti ini. Nadya harus memahmai tanggung jawab dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang memilki aturan tapi juga kepentingan diri yang seringkali sulit dihindari. Begitu juga dengan teman-temannya. Mereka tentu akan belajar bagaimana sebuah aturan ditegakan dengan adil tanpa pandang bulu. Akan tetapi, ada satu situasi mereka harus belajar berempati dengan situasi dan kondisi yang dihadapi orang lain. Jadi ada dua nilai yang bertentangan dalam kasus ini yaitu nilai Keadilan lawan rasa Kasihan.

2.      Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.

Permasalahan ini merupakan dilema yang dihadapi saya sebagai guru untuk mengambil keputusan apakah akan mengijinkan Nadya libur seminggu atau tidak. Juga menjadi dilema Nadya apakah ketika dia mengambil libur di luar libur sekolah karena alasan mudik dll merupakan putusan yang tepat bagi moral dirinya atau tidak.

3.      Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.

·      Sekolah sedang melaksanaka Ujian Sekolah kelas 9, Nadya siswa kelas 8 otomatis libur selama US dan pemeriksaan.

·      Setelah libur US, Nadya Seharusnya sekolah selama seminggu sebelum libur Idul Fitri

·      Orang tua Nadya memutuskan mudik ke Jakarta ketika nadya mulai libur US, karena tanggung sekalian mudik, Nadya pun meminta izin ke sekolah selama seminggu

·      Sekolah memilki aturan jika izin lebih dari 2 hari, hari ke-3 alpa (bolos)

·      Nadya beralasan bahwa dalam situasi mudik tidak memungkinkan  untuk bolak balik anatar Jakarta- Bandung dan tiket sudah dibeli  dan harganya tidak murah

·      Nadya salaam ini anak yang rajin dan paling aktif di kelasnya, tidak pernah bolos tanpa alasan

·      Nadya bisa saja tidak sekolah tanpa izin pada wali kelas, tapi dia meminta izin

·      Guru mapel lain belum tentu mengizinkan

4.      Pengujian benar atau salah

·      Uji legal

Tidak ditemukan aspek pelanggaran hokum dalam kasus ini

·      Uji regulasi

Tidak ada aspek pelanggaran kode etik di sekolah dlam kasus ini

·      Uji Intuisi

Ada hal yang memang salah karena seharusnya skolah tapi ambil libur lebih lama

·      Uji Publikasi

Jika dipublikasikan kasus ini tidak mengandung unsure memalukan biasa saja

·      Uji panutan/idola

Jika guru saya (idola) dihadapkan pada situasi ini, speertinya beliau akan mengizinkan dengan sebuah konsekuensi

5.      Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.

Berdasarkan dilema etika yang terjadi adalah kebenaran tentang oenegakan keadilan lawan rasa kasihan

6.      Melakukan Prinsip Resolusi

Prinsip Resolusi yang dipakai adalah prinsip berbasis rasa peduli karena situasi mudik dan tiket yang dibeli mahal

7.      Investigasi Opsi Trilema

Setelah melihat 6 uji langkah di atas, saya pikir Nadya bisa saja diberi izin untuk tidak sekolah dengan konsekuensi nadya melakukan tugas secara daring. Selama pembelajaran daring di masa pandemic pun Nadya aktif mengerjakan pelajaran semua mapel.

8.      Buat Keputusan

Akhirnya keputusan yang diambil adalah memebrikan Nadya izin untuk tiak sekolah setelah US, tapi Nadya harus mengerjakan tugas secara daring dan meminta tugas kepada masing-maisng guru

9.      Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

Saya kira keputusan yang saya ambil sudah tepat karena Nadya tetap bertanggung jawab dengan mengerjakan tugas secara daring dan Nadya pada dasarnya anak yang rajin dan bertanggung jawab. Selain itu, dilihat dari beberapa langkah terutama langjah uji benar dan salah. Tindakan Nadya ini bukan sebuah kesalahan tetapi merupakan situasi dilema etika

Gambar 3: Penyampaian Hasil Keputusan Pada Nadya

Setelah melakukan pengambilan langkah untuk membuat sebuah keputusan, saya merasa lega dan lebih percaya diri bahwa keputusan yang saya ambil sudah merupakan keputusan yang terbaik meskipun tetap setiap keputusan seallau ada konsekuensinya. Akan tetapi, saya jadi tidak berkutat pada kebingungan dalam mengambil keputusan dan tidak juga merasa bersalah setelah mengambil keputusan.

Pembelajaran yang saya dapatkan setelah menghadapi kasus pengambilan keputusan, saya pikir penegakan aturan harus dilakukan tanpa toleransi. Akan tetapi, ternyata toleransi itu harus ada pada situasi tertentu. Seorang pemimpin pembelajaran di dalam melakukan proses pengambilan keputusan dilema etika akan lebih bijaksana seiring dengan waktu dan terus berlatih dihadapkan pada banyak kasus yang dihadapi. Ketika sudah memutuskan berdasarkan teori pengambilan keputusan tentu bukanlah langusng menjadi kebenaran mjtlak dan menjadi keputusan yang tepat. Seorang pemimpin pembelajaran tetap harus memilki sikap sabar dan kekuatan mental dalam menghadapi beragam reaksi setelah putusan digulirkan.

Penerapan Ke Depannya saya akan terus memakai langkah-langkah pengambilan keputusan baik di dalam lingkup pekerjaan atau pun di dalam kehidupan di keluarga terkecil saya. Seiring dengan waktu, saya yakin saya akan semakin mahir, yakin dan bijak di dalam mengambil keputusan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Refleksi Ke-24

Jurnal Refleksi Ke-24 (13 Juni s.d 18 Juni 2022) Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Pada Minggu ini saya melakukan Pendapi...