Minggu, 03 April 2022

JURNAL REFLEKSI MINGGU KE-14

JURNAL REFLEKSI MINGGU KE-14

(Senin, 28 Maret 2022 s.d Jumat, 1 April 2022)

Model Six Thinking Hat

1) Topi putih: fakta

Senin, 28 Maret 2022

Saya mengikuti kegiatan Refleksi terbimbing. Di dalam kegiatan ini, saya menjawab beberapa pertanyaan reflektif tentang Coaching. Hal yang saya pikirkan sebelum dan sesudah mempelajari coaching serta tantangan dan hambatan ketika melaukan praktik coaching. Ada perbedaan pandangan saya tentang coaching dari sebelum dan sesudah mempelajarainya. Saya pikir ketika kita menjadi coach, kita berperan sebagai pembimbing yang akan memberikan solusi kepada coachee. Tapi tenyata, coaching berbeda dengan seorang konselor yang memberikan masukan dengan keilmuan sebagai seorang profesional dan mentor yang memberikan masukan berdasarkan pengalaman pribadinya. Coaching membantu coachee menemukan sendiri solusi permasalahan yang dihadapinya. 

Selasa, 29 Maret  2022

Pada hari ini, saya melakukan praktik Coaching kepada rekan saya, Ibu Pipi Lismawati dan Bapak Nandang jaeni, juga kepada salah satu siswa saya, Salsa. Berikut hasil rekaman coaching yang saya buat di dalam Canva

https://www.canva.com/design/DAE8RO7uy5s/z9TOVrajb6AAIRR9b_ntcw/watch?utm_content=DAE8RO7uy5s&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton

Kamis, 11 November 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan berbagi pengalaman dengan desiminasi  di sekolah saya tentang pengenalan calon guru Penggerak. Ini adalah presentasi yang saya buat di Canva

https://www.canva.com/design/DAE8dQP6aBg/BoV4foCdLppazJzI89sgJg/view?utm_content=DAE8dQP6aBg&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton

Dan ini adalah cuplikan video ketika presentasi


 Sore harinya saya 
mengikuti sesi Elaborasi pemahaman dengan instruktur. Kegiatan Web Meeting dengan Instruktur

Main Room :https://meet.google.com/pgq-yjvb-jrn
Nama Instruktur : NUNUK RIZA PUJI
Tanggal : 31 Maret 2022
Waktu : Sesi 2 (15.30-17.00 WIB)

2) Topi merah: Intuition (Perasaan)

Saya merasa bahagia dengan materi Coaching ini karena ada hal baru yang saya dapatkan. Salah satunya, pengalaman melakukan coaching. Coaching yang saya lakukan kepada rekan kerja saya mendapatkan reaksi yang berbeda. Bu Pipi merasa terbantu dengan adanya coaching dia pun merasa lega. Beda halnya dengan Pak Nandang. Selesai melakukan coaching, Pak Nandang malah berkata, "Eh, bu Ema kok belum memberikan saya nasihat

Kemeudian saya jelaskan coaching itu seperti apa dan saya sampaikan bahwa tadi Pak Nandang sendiri sudah menemukan solusi dari permasalahan yang sudah disampaikannya. Pak Nandang merasa lelah karena murid banyak yang belum mengerjakan tugas. Langkah yang sudah beliau lakukan adalah: 1. Memberikan contoh catatan terbaik dari setiap kelas dan memperlihatkan kepada murid lainnya untuk ditiru, 2. Pak Nandang menyediakan waktu khusus untuk menunggu semua murid dapat  mengumpulkan tugas. Pak Nandang merasa sudah melakukannya dengan penuh komitmen dan motivasi dari dirinya send dan sejauh ini hal yang dilakukannya berhasil. 

Ketika melakukan coaching kepada siswa saya, saya merasa sedikit bingung menghadapi curhatan murid yang permasalahnnya itu sulit diuraikan. Dia sedih karena ada temannya yang menegurnya. Kemudia dia merasa diajuhi teman-temannya dengan alasan yang tidak bisa dia jelaskan tapi dia merasakan kesedihan dan kesunyian dalam hidupnya. Saya mencoba mempraktikan Coaching TIRTA, tapi saya rasanya tidak sabar ingin mmeberikannya nasihat dan solusi. Tapi saya menahan diri dan menemukan solusi dari anak itu sendiri. Dia akan mebuat sebuah catatan berupa point-point (Semacam quotes) hasil refleksi dirinya untuk memabntunya merasa lebih baik. Dia juga mengatakan bahwa dia akan coba menjelaskan kepada temannya jika dia sedang sedih dia tidak bisa berkumpul dulu, sehingga temannya tidak menjauhinya begitu saja. Saya merasa bahagia, ketika esok harinya anak terebut berkata, "Ibu terimakasih, perasaan saya lebih baik sekarang, setelah pembicaraan kita kemarin"

Saya juga sangat bahagia dan bersemangat ketika mencoba berbagi pengalamn dengan rekan guru di sekolah tentang program calon guru penggerak. Ada dua rekan guru yang memberikan apresiasi bahwa mereka sangat tertarik mengikuti program ini dan katanya hal yang saya sampaikan itu sangat menginspirasi. Katanya, dia merasa mendapatkan hal baru saat mendengarkan pemaparan saya tentang pengalaman menajdi CGP. Tapi sayang, presentasi yang sudah saya buat sulit dipresentasikan karena kendala teknis.

3) Topi kuning: Benefit

Hal positif yang saya dapatkan dari kegiatan minggu ini:

  • Saya berpikir bahwa coaching ini penting sekali dilakukan dan sangat bermanfaat. Coaching memungkinkan kita banyak membantu sesama (Murid, rekan guru, dan orang lain) untuk keluar dari permasalahan dengan merasa didengarkan suara hatinya dan diakui potensi dan kelebihan dirinya
  • Saya rasa coaching bukan sekedar program CGP atau tugas yang harus dilalui. Tapi, coaching bisa jadi sebuah gerakan unuk bisa membantu dan mendengarkan orang lain agar mereka merasa lebih baik. 

4) Topi hitam: Risk 

     Hambatan dan kendala yang saya alami terkait penerapan modul 2.3 ini saya temui dalam pelaksanannya misalnya:

  • Saya berharap bisa membantu banyak orang dengan coaching. Akan tetapi, tidak semua rekan kerja bisa terbuka untuk melakukannya
  • Saya kadang masih kesulitan dalam menggali pertanyaan secara terbuka untuk mengarahkan coachee sesuai dengan potensi yang erdapat dalam dirinya
  • Saya kira melakukan coaching kepada  murid jauh lebih sulit daripada kepada orang dewasa atau sesama rekan guru. Sebab, murid SMP terkadang masih kesulitan mengeluarkan isi pikiran dan perasaannya dengan bahasa yang tepat.

5) Topi hijau: Ideas

Saya merasa saya memiliki kemampuan dalam melakukan praktik coaching karena saya cepat memahmi dan mau membantu orang lain dengan mendengarkan mereka agar kelaur dari permasalahan dengan cara mereka sendiri.

Kedepannya, saya akan terus berlatih melakukan coaching dan bisa membantu banyak murid khsusnya untuk menemukan potensi yang ada di dalam dirinya.

6) Topi biru: Proses

Setelah saya mengalami kegiatan pemblajaran di modul 2.3 tentang Coaching. Saya memiliki semangat untuk melakukan penerapan coaching pada murid-murid saya. Saya akan terus berlatih menjadi pendengar yang baik, khususnya murid-murid saya dan menemukan potensi mereka sebanyak-banyaknya melalui praktik coaching. Saya juga akan terus berlatih mengasah kemampuan saya dalam bertanya dan berkomunikasi secara efekif.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Refleksi Ke-24

Jurnal Refleksi Ke-24 (13 Juni s.d 18 Juni 2022) Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Pada Minggu ini saya melakukan Pendapi...