Sabtu, 05 Maret 2022

Refleksi Kompetensi Soial Emosional

 Refleksi Kompetensi Sosial dan Emosional

Question #1

1

Response is required
Response is required

a. Kehadirannya ketika saya merasa berhasil membuat siswa senang belajar dan antusias saat belajar atau ketika berhasil mencapai target untuk kegiatan literasi, bisa buat antologi buku atau membuat siswa menyelesaikan tantangan. Kejadian terbaru saat menerapkan pembelajaran diferensiasi. Siwa yang tidak mau belajar biasanya jadi semangat dan dia  berkata, "Bu ayo belajar lagi". Saat kemarin berhasil buat buku antologi, saya sebagai koordinator dan editor Alhmdulillah bisa selesaikan tantangan. Saya memilih peristiwa tersebut karena bagi saya (guru) hal yang paling membahagiakan ketika siswa semangat belajar dan mau belajar

B. Sebagai guru saya berupaya untuk memahami siswa yang tidak mau belajar dengan mencari cara hal yang mereka sukai. Ketika melihat siswa tidak mau belajar atau hanya main-main saja saya coba memahami tindakan mereka dan mencari tahu apa yang mereka butuhkan. Ketika perasaan bahagia dan semangat juga bisa sangat berpengaruh terhadap siswa

C. Peristiwa tersebut membuat saya lebih semangat untuk mencari upaya untuk membuat siswa semangat belajar dan saya berkesimpulan bahwa seorang guru memang harus dapat memotivasi siswa seperti apa pun bukan mematahkan semangatnya

Question #2

2

Response is required
Response is required

a. Peristiwa yang membuat saya kecewa, marah, sedih contohnya minggu lalu. Wakasek kurikulum mengumumkan bahwa soal harus dibuat 1 lembar. Saya meminta izin agar soal lebih dari 1 lembar karena memang mapel bahasa Indo membutuhkan banyak teks. Tapi wakasek menolak malah meminta saya menulis secara efektif. Saya marah esensinya bukan kalimat yang saya buat tidak efektif. Tapi, cakupa  materi dan proses berpikir anak ketika mengerjakan soal kan harus ada. Masa iya soal dibuat hanya pada tataran C1. Saya berdebat dengan wakasek kurikulum tersebut karena tidak paham kenapa soal dibatasi hanya 1 lembar dan beliau tidak memberikan alasan yang bisa saya Terima. Peristiwa ini sungguh membekas bagi saya karena saya merasa bahwa idealisme saya kok harus dikikis oleh sebuah sistem

b. Saya sebagai guru mapel bahasa Indonesia mewakili teman lainnya yang juga guru Indonesia. Saya akhirnya meminta maaf karena sudah mengeluarkan emosi saya saat berdebat. Meskipun saya masih merasa tidak paham dengan kebijakan saya mencoba untuk menahan diri  dan menyesuaikan dengan sistem dan berupaya menyiasati soal agar tidak tetap sesuai idealisme saya tapi juga mengikuti sitem yang berlaku

C. dampaknya saya banyak merenung bahwa ternyata di lingkungan pekerjaan kita garis lebih banyak bersabar dan menyelesaikan masalah dengan lebih bijak dan tidak langsung mengeluarkan emosi

Question #3

3

Response is required
Response is required

Di bawah ini ada beragam kegiatan belajar dan mengajar di kelas maupun lingkup sekolah. Berilah tanda cek (✓) pada kegiatan yang sudah pernah Anda lakukan dan jawablah pertanyaan di bawahnya.

 Memulai kegiatan setiap hari dengan kesadaran akan tujuan yang jelas.
 Memberikan kesempatan pada murid untuk menikmati buku pilihannya dalam suasana yang kondusif.
 Memberikan kesempatan pada murid untuk merefleksi proses pembelajaran yang sudah diikuti (apa yang disukai/mudah/menantang/ingin dipelajari lebih lanjut sebelum melanjutkan pembelajaran berikutnya).
 Mengisi waktu luang dengan melakukan kegiatan penyegaran/relaksasi yang sehat dan positif.
 Memberikan fleksibilitas pada murid untuk mengerjakan tugas yang disukainya terlebih dahulu.
 Memberikan kesempatan pada murid untuk mengadakan acara sekolah (literasi, seni dan olahraga, dll).
 Mendengarkan penjelasan murid yang dilaporkan terlibat dalam perilaku indisipliner dengan sikap empati dan hormat.
 Mengajak murid menonton film dan membedah perasaan dan motivasi tokoh dalam film tersebut.
 Mengajak murid berdiskusi dan beropini tentang masalah yang terjadi dalam masyarakat / sekolah.
 Mengungkapkan sikap tidak setuju pada rekan guru lain dengan sikap hormat dan empati.
 Memfasilitasi murid untuk duduk berdialog dalam menyelesaikan konflik.
 Melaksanakan program pendidikan seksualitas bagi murid.
 Berpartisipasi dalam kegiatan komunitas atas inisiatif sendiri.
 Melibatkan murid dalam membuat kesepakatan kelas agar kelas aman dan nyaman.
 Mengadakan dialog interaktif tentang bagaimana membangun tanggung jawab/etika dalam penggunaan internet.
Question #4

4

Response is required
Response is required

Kegiatan yang selalu saya lakukan adalah 

1.Memulai kegiatan setiap hari dengan kesadaran akan tujuan yang jelas. Karena kalau saya mengajar tanpa tujuan yang jelas di kelas pasti saya kebingungan dalam menuntun siswa arahnya ke mana. Dan supaya saya dapat mengukur ketercapaian tujuan saya. 

2.Melibatkan murid dalam membuat kesepakatan kelas agar kelas aman dan nyaman. Hal ini saya ulangi terus terutama di kelas yang saya ampu. Saya ingin menciptakan disiplin positif tanpa harus terus menegur siswa secara langsung 

3.Memberikan kesempatan pada murid untuk mengadakan acara sekolah (literasi, seni dan olahraga, dll). Saya berpikir jika siswa sudah menemukan potensinya, tujuan pendidikan pun tercapai. Oleh karena itu, jika anak merasa dirinya memiliki minat dan potensi di luar pembelajar dan hal itu positif layak untuk terus didukung

Question #5

5

Response is required
Response is required

Faktor pendukung saya terus melakukan tersebut adalah nilai diri saya (idealisme/kayakinan) saya yang mewajibkan diri sendiri melakukan itu. 

Kendalanya terkadang ada perasaan pribadi yang membuat saya terdistraksi dan sulit konsentrasi dengan yang saya lakukan dan juga sistem yang kurang mendukung

Harapan dan Ekspektasi

Question #6

6

Response is required
Response is required
Hal yang akan dipelajari sepertinya bagaimana cara guru mengelola emosi di dalam lingkungan pembelajaran, baik di kelas dengan rekan kerja, kepsek, dan lingkungan sekolah. 

Harapan saya nanti saya mendapatkan hal baru tentang ilmu untuk mengelola emosi yang memang sangat diperlukan

Question #7

7

Response is required
Response is required

Hal yang akan dipelajari sepertinya bagaimana cara guru mengelola emosi di dalam lingkungan pembelajaran, baik di kelas dengan rekan kerja, kepsek, dan lingkungan sekolah. 

Harapan saya nanti setelah guru belajar materi ini berdampak pada siswa sehingga dapat  belajar dengan lebih nyaman dan memilki kebebasan dalam mengekspresikan dirinya secara positif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Refleksi Ke-24

Jurnal Refleksi Ke-24 (13 Juni s.d 18 Juni 2022) Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Pada Minggu ini saya melakukan Pendapi...