Rabu, 06 April 2022

2.1.a.10. Aksi Nyata - Modul 2.1 Pembelajaran Diferensiasi

2.1.a.10. Aksi Nyata - Modul 2.1 Pembelajaran Diferensiasi


Aksi nyata yang akan dilakukan adalah tentang penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Adapun RPP Pembelajaran Berdiferensiasi yang sudah dibuat yaitu sebagai berikut. 

https://docs.google.com/document/d/14xjEk9jjxby_nkXL5LUwXeKeDwhyn9Sg/edit?usp=sharing&ouid=101934161242809160505&rtpof=true&sd=true


Berdasarkan rencana mengajar, sebelum melakukan pembelajaran, guru di awal semester melakukan Tes Gaya Belajar VAK, (Visual, Auditorial, dan Kinestetik dengan hasil rata-rata siswa di kelas 9A, gaya belajarnya visual. Di bawah ini adalah contoh tes VAK yang saya adaptasi dari Internet. 


Hasil tes VAK menunjukkan bahwa gaya belajar di kelas 9A dominan Visual dan Auditorial. Oleh karena itu saya memutuskan untuk membuat strategi diferensiasi konten yang dominan gambar dan video tidak hanya teks yang ada di buku paket.

Di samping menganalsis diagnosis murid berdasarkan profil (gaya belajarnya). Saya juga melakukan observasi pada pembelajaran sebelumnya dilihat dari segi kesiapan murid di dalam belajar.

Berikut ini merupakan contoh bahan ajar visual. Saya mencoba menggunakan teks dengan visual yang lebih meanrik dan kontennya disuesuaikan dengan dunia murid seperti materi tentang budaya Korea dan anime.






Saya pun menggunakan bahan ajar berbentuk video yang diambil dari chanel youtoube

https://youtu.be/F2EJRZ8Dgrg

Proses Pembelajaran dilakukan secara berkelompok. Murid membaca teks, menonton video, kemudian membuat produk berupa Teks Tanggapan. Di bawah ini adalah contoh proses pembelajaran di dalam kelompok.



Di dalam kelompok, murid dikelompokkan berdasarkan kesiapan belajar: 1. Murid dengan kesiapan belajar rendah, 2. Murid dengan kesiapan belajar menengah, 3. Murid dengan kesiapan belajar tinggi.

Murid dengan kesiapan belajar rendah ditandai dengan belum bisa menuangkan ide dan gagasan ke dalam sebuah tulisan maupun lisan dan bahkan belum dapat membedakan penulisan huruf kapital. Saya menerapkan diferensiasi proses terhadap kelompok ini dengan cara memberikan pertanyaan sebagai stimulus agar mereka dapat menuangkan idenya. Misalnya pertanyaan seperti: 1. Iklan apa yang barusan kamu tonton?, 2. Siapa saja tokoh yang diceritakan?, 3. Ada masalah atau kejadian apa dalam film tersebut? dll


Murid dengan kesiapan belajar menengah ditandai dengan pemahaman mereka yang sudah baik terhadap tugas yang diberikan. Akan tetapi, masih ksulitan menuangkan gagasan mereka dalam bentuk kalimat. Saya melakukan diferensiasi proses dengan cara memberikan mereka bantuan berupa kalimat pertama dan mereka diminta meneruskan kalimat selanjutnya.


Murid dengan kesiapan belajar tinggi ditandai dengan kemampuan mereka dengan lancar dalam menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Diferensiasi proses yang saya lakukan terhadap mereka adalah dengan memberikan dukungan dan pujian dan juga memberikan masukan dari segi penulisan ejaan, tanda baca, dll.


Produk hasil pembelajaran yang dihasilkan diharapkan bisa beragam Saya coba memfasilitasi semua minat murid dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk membuat produk  tanggapan dalam bentuk video, tik tok, lagu, komik dll. Akan tetapi, tampaknya murid saya memilki gaya belajar yang relatif sama sehingga produk yang dihasilkan lebih suka dalam bentuk tulisan dan beberapa murid sangat menyukai sajian presentasi yang dibuat di dalam aplikasi. Berikut ini adalah 

Di bawah ini adalah produk tulisan dan presentasi karya siswa terkait teks tanggapan.










Refleksi Hasil Aksi Nyata


1. Saya melakukan tes gaya belajar untuk memenuhi kebutuhan siswa. Hasilnya ternyata tidak sesuai ekspetasi. Saya kira saya akan menemukan informasi akurat terkait gaya belajar siswa  saya mendapatkan hasil dengan kesimpulan siswa dominan visual dan auditorial. Tapi, saya melihat ada bias saat siswa mengisi tes gaya belajar. Pertama, siswa kurang memahami maksud pertanyaan dalam tes karena keterbatasan mereka dalam memahami informasi di dalam teks yang mengandung kosakata yang belum mereka pahami. Kedua, siswa kurang bisa mengenali diri mereka sendiri sehingga bingung saat harus memilih hal yang sesuai dengan diri mereka. 

2. Saya melakukan strategi diferensiasi konten. Saya melihat teks dalam buku paket terlalu kompleks dan panjang. Berdasarkan kebutuhan yang saya identifikasi, siswa secara kesiapan belajar belum dapat memahami kalimat kompleks dan isi teks jauh dari minat siswa. Oleh karena itu saya pilihkan teks yang lebih dekat dengan minat mereka seperti anime, budaya Korea, Covid 19, dan Novel yang mudah dipahami. Saya print teks dengan aneka gambar dan warna karena profil mereka visual. Teks menjadi contoh siswa dalam mengidentifikasi dan menelaah struktur. 

3 Saya melakukan strategi proses dengan cara memberikan bimbingan intensif ke setiap kelompok yang saya kelompokkan berdasarkan kesiapan belajar. Siswa yang sudah terbiasa menulis saya beri petunjuk bahwa teks tanggapan yang dituliskan harus sesuai strukturnya dan saya memebrikan masukan dari hal yang mereka tanyakan. blBuat siswa di kelompok rata-rata punya ide tapi sulit menyusun kalimat. Saya beri contoh satu kalimat. Untuk siswa dengan kelompok kesulitan mendapatkan ide, saya beri pertanyaan pemandu. 

4. Saya juga melakukan diferensiasi produk berdasarkan minat. Teks tanggapan yang mereka tuliskan bisa tentang hal yang paling disukai mereka. Saya suka membaca hasil teks tanggaoan mereka meskipun  dari segi struktur dan kebahasaan masih kurang tapi ide mereka luar biasa. Ada yang menanggapi film anime, lagu kesukaan, drama Korea, games mobile legends, permainan persib dan persija, dll. 

5.Menurut saya keberhasilan pembelajaran diferensiasi adalah tes diagnosis awal harus lebih akurat. Hasil tes diagnosis betul-betul digunakan untuk perbaikan pembelajaran. Satu hal lagi perhatian, ketelatenan guru dalam membimbing.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Refleksi Ke-24

Jurnal Refleksi Ke-24 (13 Juni s.d 18 Juni 2022) Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Pada Minggu ini saya melakukan Pendapi...