1.2.a.6
Refleksi Terbimbing Nilai dan Peran Guru Penggerak
· Apa saja nilai diri saya? (yang terdapat pada bagian mulai dari diri)
Saya adalah guru yang reflektif. Hampir semua kejadian yang saya alami selalu menjadi refleksi diri dan pembelajaran diri. Hal tersebut membuat saya selalu berupaya memperbaiki diri dari waktu ke waktu khususnya dalam pembelajaran di kelas. Hal itu pula yang mendorong saya menjadi mandiri dalam mencari ilmu untuk menambah wawasan saya terkait profesi saya. Saya tentu selalu berupaya untuk berpihak pada murid, apa yang saya lakukan ya tujuan utamanya agar saya dapat menyajikan pembelajaran yang terbaik untuk murid saya. Karena secara mandiri saya sering mengikuti pelatihan, tentu beberapa hal yang inovatif pernah saya lakukan dan bahkan saya merasa sering dapat memberikan ide yang kreatif di lingkungan sekolah atau teman-teman.
Akan tetapi, sejujurnya pula saya kurang bisa kolaboratif dan kurang luwes dalam berinteraksi dengan teman-teman di lingkungan sekolah dan komunitas lainnya juga dengan siswa. Sikap kurang percaya diri dan tidak suka menjadi pusat perhatian begitu sulit dihilangkan sejak saya mengalami hal buruk saat masa-masa SMA. Saya seperti kehilangan jati diri saya ketika seorang guru “membuka” semua hal buruk tentang saya. Tapi satu sisi pula dia yang memberi saya motivasi untuk maju dan bergerak dan memberi perubahan yang banyak terhadap saya di masa depan. Menjadi guru mengubah banyak hal dari saya, bahkan guru SMA tersebut mengatakan, “Ibu bangga kamu betul-betul telah berubah 360 derajat dari awalnya siswa yang dingin, kaku, pemurung, penyendiri, dan tidak percaya diri menjadi guru yang lebih percaya diri, banyak berkegiatan dan mampu melakukan hal-hal yang dulu saat sekolah tidak bisa dibayangkan kamu bisa melakukannya.”
· Apa yang saya rasakan setelah mengetahui nilai dari Guru Penggerak? Jelaskan!
Saya merasa mendapatkan panduan bagaimana seharusnya saya menjadi guru penggerak dan nilai-nilai apa saja yang bisa saya terapkan ketika menjadi seorang guru penggerak. Saya menjadi memahami betul makna Guru Penggerak. Guru penggerak adalah guru yang bergerak dan menggerakan. Seperti seorang nabi memiliki misi berdakwah atau menyampaikan kebenaran, seorang guru penggerak membawa misi perubahan menuju siswa berkarakter dan terwujudnya profil pelajar pancasila dan hal itu dimulai dari diri sendiri hingga harapannya, setelah mulai dari diri sendiri lingkaran pergerakan akan semakin meluas. Harapannya, semua guru memiliki nilai dan tujuan yang sama dalam mendidik. Hal yang sama adalah terkait tujuan. Hal lainnya cara dan proses setiap guru memilki kreativitas masing-masing.
· Apa
saja nilai diri Guru Penggerak yang sudah saya miliki sekarang?
Nilai yang sudah ada dalam diri saya adalah:
1.
Reflektif
Setiap selesai mengajar saya selalu berpikir tentang hal yang sudah saya lakukan dan kesulitan apa yang dilalui juga kendalanya dan kedepannya saya mencoba memperbaiki hal yang sudah saya lakukan dengan melakukan hal baru atau berinovasi. Kadang pula saya menuliskan hasil refleksi saya di medsos atau media online seperti website Disdik KBB dan Kompasiana.
Salah satu conto misalnya saya merefleksi ketika di awla pembelajaran saya bingung kenapa siswa sulit sekali konsentrasi dan memusatkan perhatian kepada saya. Oleh karena itu saya mencoba mengawali pembelajaran dengan mendongeng terlebih dahulu. Di masa pandemic saya merasakan banyak sekali kendala dalam menghadapi PJJ. Oleh karena itu saya melakukan beberapa perlakuan seperti menggunakan teknologi baru, melakukan pendekatan ke rumah-rumah dll. Hal yang saya rasakan ketika saya menghadapi PJJ teryata siswa itu tidak begitu tertarik dengan hal baru (Perangkat teknologi ) yang saya gunakan karena mereka sebenarnya sudah sering mencoba hal baru dalam hal teknologi. Tapi, yang mereka butuhkan saat pandemic adalah perhatian saya secara individu kepada mereka.
Setelah mengikuti CPG, saya pun merefleksi bahwa perangkat teknologi yang terbaik bagi siswa itu bukan kecanggihan gurunya, tetapi bagaimana “Kecangihan” mereka ditantang dan dieksplorasi.
2.
Mandiri
Saya selalu merasakan bahwa apa yang saya lakukan belum maksimal oleh karena itu saya butuh masukan ilmu baru, atau hal baru dalam pembelajaran. Saya pun biasanya mengikuti beragam pelatihan secara mandiri tanpa diminta oleh sekolah seperti pelatihan Pembatik atau rangkaian pelatihan yang terdapat di dalm SIMPKB, Ruangguru dll



3.
Inovatif dan Kreatif
Saya juga sering melakukan hal-hal baru di sekolah baik di dalam kelas atau pun di luar kelas (Membimbing Literasi). Saya biasanya mencoba mempraktekan apa pun yang sudah saya dapatkan dari beberapa pelatihan. Kadang pula saya berinovasi bukan tentang teknologi. Tapi misalnya ketika dihadapkan pada situasi yang sulit, seperti saat melakukan gerakan membaca, saya sulit menggiring siswa ke perpustakaan. Kemudian kalau menyimpan buku di kelas, waktu itu sekolah belum digerbang jadi banyak orang yang merusak buku di keas. Saya pun berinovasi emmbuat perpus kardus. Buku-buku dimauskan ke kardus, lalu TIM Literasi kelas membawa kardus itu setiap pagi dan mengembalikannya saat kelas bubar. Saya juga mengadakan berbagai lomba secara mandiri untuk meningkatkan minat baca siswa.









4.
Kolabroratif
Saya berkolaborasi dengan guru lain biasanya di dalam MGMP dan progam lainya. Atau jika di sekolah saya berkolaborasi dengan beberapa guru dalam mengikuti program Tantangan Membaca Bandung Barat. Saya juga kadang melibatkan guru lain dalam kegiatan yang saya lakukan, misalnya meminta mereka membimbin atau menjadi juri lomba. Saya juga aktif dalam kegiatan Newsroom, website KBB menjadi bagian dari guru penulis dan beberapakali mengadakan kegiatan pelatihan kepenuilisan untuk guru. Saya juga menjadi pengurus PGRI Ranting dan sering berkolaborasi dengan guru lainnya mengadakan kegiatan.





5.
Berpihak pada murid
Saya suka membimbing siswa terutama secara individu. Saya suka jika dapat menemukan keunikan dan potensi setiap siswa. Di dalam pembelajaran saya merasa, siswa sealalu memberikan saya PR, bagaiana caranya aar mereka tertarik belajar dalam mata pelajaran saya atau tidka bosan. Saya juga berusaha menghargai mereka sebagai manusia, mencoba memahami perbedaan sifat, karakter mereka, memahami latar belakang kenakalan mereka, mempelajari pa yang mereka pikirkan dan rasakan.
Selain didalam kelas, saya paling suka memmbimbing iswa dalam kegiatan membaca . Melihat siswa semangat membaca buku menjadi sesuatu yang mengharukan bagi saya. Oleh karena itu, saya memang dikenal sealalu berkaitan dengan literasi.






· Diantara nilai-nilai yang sudah saya pelajari, nilai apa yang saya rasa perlu saya kuatkan? jelaskan!
Saya perlu membiasakan diri lagi dalam nilai kolaboratif dan juga berpihak pada murid. Saya memahami secara prinsip keberpihakan kepada murid dan juga kolaboratif. Akan tetapi dalam pelaksanaanya saya merasa belum bisa maksimal terutama dalam pembelajaran di kelas antara harapan ideal saya dengan praktiknya masih belum sejalan.
Sudah hampr 15 tahun saya mengajar, kesulitan mengajar di kelas selalu saya temui meskipun sudah beragam cara saya lakukan. Sepertinya memang hal ini akan terjadi selama saya menagajar karena setiap ana terlahir dari aman yang berbeda. Oleh karena itu, saya merasa selalu kembali ke titik nol
Hal paling sulit bagi saya adalah “mengajak” orang lain untuk mengikuti kegiatan yang saya lakukan. Oleh karean itu berkolaborasi merupakan hal yang perlu saya kuatkan. Hal ini seperrtinya karean saya kurang luwes dalam pergaulan dan mungkin mudah menyerah terhadap orang kain. Seharusnya saya lebih sabar dan melakukan berbagai upaya menuju perbaikan dan perubahan.Ketika mendapat penolakan kadang saya berhenti. Padalah sharusnya melakukan dengan berbagai cara agar bisa berdampakmbagi banyak orang.
· Apa yang saya
rasakan setelah mengetahui peran dari seorang Guru Penggerak?
Hal yang saya rasakan ketika mengetahui peran Guru Penggerak adalah tanangan. Saya merasa peran menjadi guru penggerak itu adalah tantangan yang cukup besar. Barangkali sejaih ini saya seudah melakukan peran tersebut sejauh yang saya bisa, tapi masih di lingkungan sekitar dan terbatas pada diri sendiri. Dengan adanya peran guru penggerak tersebut aya merasa bahwa seorang guru pengerak harusmulai bergerak dan mencari strategi agar segala tujauan dari pendiikan ini bisa meluas kepada pihak lain atau teman-teman sesama guru.
· Apa yang
bisa saya lakukan (khusus untuk diri saya) untuk menguatkan peran dan nilai
Guru Penggerak?
Hal yang perlu saya lakukan adalah banyak mencoba mempraktikan apa yang sudah dipelajari dalaam pelatihan CGP ini. Banyak berdiskusi dan saling berbagi pengalaman dengan CGP lain dalam mengatasi kesulitan. Hal pertama yang dilakukan tentu memulai dari diri sendiri berupaya menerapkan nilai-nilai dan peran guru penggerak secara bertahap dan konsisten. Setelah itu semua barangkali kedepannya bisa berdampak bagi rekan lainnya.
· Apa
yang akan menghambat saya dalam memperkuat peran dan nilai Guru Penggerak dalam
diri saya?
Faktor penghambat saya adalah sikap kurang percaya diri saya dan juga mental saya dalam menghadapi tantangan. Meskipun, teman-teman saya tidak melihat kalau saya mengalami kridid percaya diri. Akan tetapi yang saya rasakan saya masih saja merasa tidak percaya diri ketika harus berinteraksi dengan banyak orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar