Model 6: Model refleksi 5M (reporting, responding, relating, reasoning, reconstructing)
Minggu ini pembelajaran Calon Guru Penggerak belajar tentang Visi Guru Penggerak. Seorang guru penggerak harus menciptakan budaya positif di lingkungan sekolahnya. Hal tersebut dimulai dengan merancang visi dan sudah dirumuskan dalam kegiatan Mulai dari Diri yang saya tulis di Klik di sini
Setelah itu, saya mulai membaca Eksplorasi Konsep tentang cara mengelola perubahan atau cara mewujudkan visi dengan sebuah alat atau sarana untuk mencapai visi yaitu berupa konsep paradigma berpikir Inkuiri Apresiatif (IA). IA dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Konsep IA ini pertama kali dikembangkan oleh David Cooperrider (Noble & McGrath, 2016)
Konsep IA di dalam manajemen perubahan ini menitikberatkan pada hal positif yang dimiliki semua orang atau kekuatan dalam sebuah organisasi. Jadi, ketika kita ingin mewujudkan sebuah visi perubahan di sekolah, hal yang dilakukan adalah dengan mengidentifikasi kekuatan aset yang dimiliki sekolah. Konsep manajemen perubahan IA ini di dalam bahasa Indonesia disingkat BAGJA (Buat Pertanyaan utama, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, Atur Ekseskusi)
Kegiatan selanjutnya adalah berbagi visi murid impian. Saya pun membagikan poster tentang murid impian seperti yang saya tulis pada kegiatan Mulai dari diri. Saat berbagi kesimpulan ada hal yang menarik karena kami diwajibkan mengomentari kesimpulan sesama CGP secara langsung dan waktu yang singkat yang dipandu fasilitator di grup WA. Akan tetapi, kegiatan tersebut sangat menarik dan melecut semangat untuk mengikutinya.
Hal yang paling menegangkan bagiku adalah ketika sesi ruang kolaborasi mendiskusikan pemetaan kekuatan. Waktu itu saya kira kelompok yang akan berdiskusi di ruang google meet adalah kelompok yang biasa. Ternyata, kelompok berubah. Saya tegang dan kaget karena saya sudah mendiskusikan di kelompok sebelaumnya dan teman saya yang sudah biasa menuliskan rangkuman hasil diskusi. Ternyata, kelompoknya berubah. Untuk pertama kali, saya membuat presentasi di Canva secara langsung dilihat fasilitator dan diberi waktu terbatas. Untungnya, teman dalam kelompok membantu memberikan masukan sehingga presentasi yang dibuat akhirnya selesai juga dan saya langsung presentasi tanpa persiapan sama sekali. Tapi akhirnya semua selesai tepat waktu dan berjalan lancar.
Presentasi kelompok saya seperti ini.
Hasil presentasi yang dibuat pun diunggah di LMS dan di hari yang sama kami membuat peta kekuatan visi masing-masing yang diupload di LMS. Peta kekuatan visi yang saya buat seperti ini.
Peta kekuatan yang dibuat kemudian dikomentari secara lisan dalam Ruang Kolaborasi Presentasi dan Umpan Balik. Saat mengikuti kegiatan tersebut, banyak sekali inspirasi yang didapat dari CGP lain. Saya melihat beragam potensi kekuatan yang dimiliki setiap CGP seperti melihat kekayaan bangsa yang memunculkan sikap optimis bahwa perubahan pendidikan ke arah lebih baik akan terwujud.
Setelah mengikuti pembelajaran Modul 1.3 tentang Visi Guru Penggerak, saya merasa sangat dibimbing dengan langkah-langkah pengerjaan modul untuk mewujudakna mimpi. Pertama saya diajarkan membuat visi dengan panduan tugas yang sistematis dan runtun. Setelah mampu membuat sebuah visi, kami juga diajarkan cara mencapai visi dengan metode BAGJA atau IA. Penjelasan tentang BAGJA sebagai berikut.
Buat Pertanyaan Utama yaitu merumuskan pertanyaan sebagai penentu arah penelusuran terkait perubahan apa yang diinginkan atau diimpikan.
Ambil Pelajaran yaitu mengumpulkan berbagai pengalaman positif yang telah dicapai di sekolah dan pelajaran apa yang dapat diambil dari hal-hal positif tersebut.
Gali Mimpi yaitu menyusun narasi tentang kondisi ideal apa yang diimpikan dan diharapkan terjadi di sekolah. Disinilah visi benar-benar dirumuskan dengan jelas.
Jabarkan Rencana. yaitu merumuskan rencana tindakan tentang hal-hal penting apa yang perlu dilakukan untuk mewujudkan visi.
Atur Eksekusi. Di bagian ini, Anda memutuskan langkah-langkah yang akan diambil, siapa yang akan terlibat, bagaimana strateginya, dan aksi lainnya demi mewujudkan visi perlahan-lahan.
Metode BAGJA ini menurut saya sangat baik kaena kita diajarkan untuk mengidentifikasi kekuatan kita dan siswa sehingga kita dapat mengembangakannya. Pola pikir saya semakin dikuatkan dengan adanya konsep IA. Pada awalnya saya tidak pernah berpikir untuk menerapkan perubahan apa pun di sekolah secara kolaboratif karena bagi saya menjalin kerjasama dengan orang di luar diri bukan hal yang mudah bahkan bertemu orang dengan visi yang sama pun rasanya sulit.
Akan tetapi, dengan prinsip IA saya mulai mengerti bahwa kita harus berpikir bahwa semua orang itu memiliki kekuatan yang akan dapat berkonstribusi dalam perubahan. Saya mulai menyimpulkan bahwa yang harus saya lakukan bukan tentang bagaimana saya terus belajar secara mandiri untuk perubahan. Tidak berhenti disitu, tapi saya mulai berpikir bahwa yang harus saya lakukan adalah menemukan sebanyak mungkin kekuatan dari masing-masing aset yang ada di sekolah dan memikirkan lebih lanjut bagaimana setiap aset tersebut dapat digerakan untuk sebuah perubahan.
Pertanyaan di bawah ini menjadi pemandu untuk saya melakukan perubahan budaya positif di sekolah dan perwujudan mencapai visi.
- Hal-hal baik apa yang pernah dicapai murid di kelas?
- Apa hal menarik yang dapat dipetik pelajarannya dari setiap guru di kelas?
- Bagaimana mengembangkan praktik baik setiap guru untuk dipertahankan sebagai budaya sekolah?
Simpulan saya selama belajar modul 1.3 adalah bahwa program CGP benar-benar mengajarkan kita untuk jadi guru yang memiliki tujuan, cita-cita dan mewujudkannya agar dapat menjalankan peran terbaiknya sebagai khalifah di muka bumi sesuai profesinya. Betul-betul program yang membawa spiritual kita meninggi tapi tindakan kita dilakukan bertahap dan mulai dari hal yang bisa dilakukan. Semoga saya bisa mewujudkan visi dan berkontribusi bagi perbaikan pendidikan dan bisa menepis segala keraguan dan perasaan negatif lainnya dalam diri. Amiin Ya Rabbal alamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar