Minggu, 05 Desember 2021

Aksi Nyata Modul 1.3 Visi dan Nilai Guru Penggerak

Penerapan BAGJA di SMP Negeri 2 Cililin
(Aksi Nyata Modul 1.3 Visi dan Nilai Guru Penggerak)

Apa Itu BAGJA?? 

BAGJA merupakan tahapan perubahan untuk mencapai Visi seorang Guru Penggerak. BAGJA diambil dari konsep paradigma berpikir Inkuiri Apresiatif (IA). IA menekankan pada manajemen perubahan kolaboratif dengan berpusat pada kekuatan positif yang dimiliki setiap kompenen perubahan di sekolah dalam mewujudkan Visi

Tahapan BAGJA
B👉 Buat Pertanyaan Utama: rumuskan pertanyaan sebagai penentu arah penelusuran terkait perubahan yang diinginkan atau diimpikan.
A👉Ambil Pelajaran: mengumpulkan berbagai pengalaman positif yang telah dicapai di sekolah dan pelajaran yang dapat diambil dari hal-hal positif tersebut
G👉Gali Mimpi: menyusun narasi tentang kondisi ideal yang diimpikan dan diharapkan terjadi di sekolah
J👉Jabarkan Rencana: merumuskan rencana tindakan tentang hal-hal penting yang perlu dilakukan untuk mewujudkan visi.
A👉Atur Eksekusi: memutuskan langkah-langkah yang akan diambil, siapa yang akan terlibat, bagaimana strateginya, dan aksi lainnya demi mewujudkan visi perlahan-lahan

VISI CALON GURU PENGGERAK
Mewujudkan Siswa Literat, Merdeka, dan Bahagia dengan Pembelajaran Berpusat pada Pengembangan Potensi Siswa

Penerapan Tahapan BAGJA
Penerapan Visi dengan Tahapan BAGJA yang saya lakukan dibagi dua, yaitu penerapan visi di dalam pembelajaran di kelas dan pembelajaran di luar kelas dalam kegiatan Gerakan Literasi Sekolah.

Penerapan visi dalam pembelajaran di kelas difokuskan pada murid rata-rata. Murid rata-rata adalah murid yang sering dilupakan guru karena tidak bermasalah dan juga tidak terlalu menonjol. Bahkan dalam penilaian sikap, seringkali murid rata-rata tidak dinilai secara detil karena dianggap relatif baik. Padahal, murid rata-rata adalah murid terbanyak di kelas yang ketika potensinya bisa digali lebih tentu akan memberikan kontribusi yang besar dalam keberhasilan pencapaian visi.
Pe
B👉 Buat Pertanyaan Utama:

Bagaimanakah cara mengembangkan potensi murid rata-rata di dalam pembelajaran?

Strategi yang dilakukan adalah mencatat kekuatan mereka selama proses pembelajaran dan merencanakan perubahan
  • Kekuatan: Jumlahnya terbanyak, Sikapanya Kooperatif dan relatif taat kepada guru
  • Proses pembelajaran: Mengerjakan tugas dengan baik sesuai petunjuk, mengikuti alur dengan tertib
  • Hasil belajar: relatif baik meskipun tidak istimewa
  • Rencanakan perubahan yang dapat memunculkan potensi murid rata-rata berdasarkan kekuatan
Pada tahap ini guru merencanakan kegiatan pembelajaran dalam mengembangkan potensi murid rata-rata. Rencana Pembelajaran yang dibuat tidak fokus pada satu KD karena pertemuan terakhir menjelang PAS. Pembelajaran yang dilakukan hanya mereviu sema materi yang diberikan. RPP yang dibuat seperti ini.


A👉Ambil Pelajaran:

Apa hal yang sudah dilakukan guru untuk menumbuhkan potensi murid rata-rata dalam pembelajaran?
  • Guru melayani setiap pertanyaan murid rata-rata ketika mereka bertanya tugas atau materi pembelajaran
  • Guru Memotivasi mereka sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki dan sering memberikan pujian atas hal positif yang dilakukan oleh mereka
Aktivitas pembelajaran seperti apa yang dilakukan untuk memunculkan potensi murid rata-rata
  • Aktivitas pembelajaran dilakukan secara berkelompok dan murid rata-rata merupakan murid mayoritas yang masuk ke setiap kelompok, biasanya murid rata-rata menjadi pendukung murid berprestasi dalam menyelesaikan pekerjaan kelompok.
  • Di dalam kelompok, guru selalu berkeliling dan melihat perkembangan pembelajaran setiap siswa, dan bertanya kesulitan yang dihadapi. Saat seperti itu terjadi dialog dan komunikasi guru dengan siswa rata-rata dan guru memperoleh gambaran tentang potensi masing-masing siswa rata-rata. Saat seperti itu, guru "masuk" untuk memberikan penguatan atau memberikan motivasi terhadap kesulitan yang dihadapi murid rata-rata tersebut.
Hal positif apa yang perlu terus dikembangkan dari murid rata-rata?
        
    Sikap taat pada kegiatan dan kooperatif dengan lingkungan belajar.

Pada tahap ini, guru mengambil pelajaran positif dari hal yang sudah dilakukan guru terhadap murid rata-rata di dalam pembelajaran.

1. Pembelajaran di dalam kelompok
2. Memotivasi murid rata-rata untuk mengeksplorasi diri

3. Menciptakan suasana pembelajaran yang terbuka,siswa merasa bahagia menjadi dirinya 

4. Pembelajaran yang memunculkan kreatifitas

5. memberi bimbingan intensif dengan mendekati murid secara individu


G👉Gali Mimpi:
  • Seperti apakah perubahan positif murid rata-rata dalam aktivitas pembelajaran?
  • Bagaimana perubahan positif yang dibayangkan dari murid rata-rata setelah proses pembelajaran?

Strategi yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan pada tahap Gali Mimpi adalah dengan memimpikan perubahan yang terjadi pada murid rata-rata. Mimpi yang diharapkan tersebut sebagai berikut.

  • Murid rata-rata aktif menunjukan kemampuan dirinya dan merasa bahagia ketika belajar karena merasakan nilai manfaat dirinya. Belajar bukan sekedar menaati guru atau membuat situasi aman, tapi lebih ke merasakan kebutuhan dan merasakan nilai manfaat yang ada dalam dirinya.
  • Hasil pencapaian belajar lebih baik dan mereka terus merasa bersemangat belajar dan menemukan potensi diri. Performa kelompok pun menjadi lebih hidup dan bersemangat.
  • Bermunculan beragam potensi yang dimiliki murid rata-rata
J👉Jabarkan Rencana:
  •  Bagaimana cara agar potensi murid rata-rata dapat dimunculkan?
  • ·Bagaimana kondisi pembelajaran yang akan dilakukan agar tercipta budaya posistif yang dilakukan murid  rata-rata dalam pembelajaran?

Strategi yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut.

  • Cara yang dilakukan agar potensi murid rata-rata dapat dimunculkan yaitu memposisikan mereka di kelompok yang tepat dengan peran yang tepat.

  • Sering bertanya dan berkomunikasi dengan mereka terkait pembelajaran di kelas, misalnya saat bekerja kelompok

  • Menyebut nama mereka ketika guru menjelaskan sesuatu atau meminta mengerjakan sesuatu
  • Sering memuji pekerjaan mereka atau hal baik yang dilakukan mereka. 
  • Ciptakan kondisi pembelajaran yang terbuka, seperti belajar boleh salah, permainan dan juga proses pembelajaran yang memantik keaktifan mereka. Dengan cara seperti itu, diharapkan suasana pembelajaran nyaman, siswa merasa tidak memiliki kekhawatiran mengekspresikan diri.
  • Memberikan tugas variatif dan menantang terhadap mereka agar tergali potensinya. Tugas yang variatif bisa menjadi pemantik munculnya beragam potensi yang dimiliki murid rata-rata. Jika potensi mereka sudah mulai terlihat, berikan penguatan terhadap hal tersebut. Contoh Pemberian tugas secara variatif
🍁Assalamu'alaikum wr. Wb🍁

Selamat Pagi, selamat beraktivitas siswa kelas 9 a, b, c yang hebat dan semangat☘️ 

Pembelajaran bahasa Indonesia hari ini seharusnya tatap muka ya tapi diganti daring karena ada rapat dinas. Semoga kalian tetap semangat mengikutinya. 

Rangkaian Pembelajaran hari ini:

1. Baca rangkuman materi bahasa Indonesia kelas 9 semester 1

2. Jika ada yang ingin ditanyakan silakan tanyakan japri ke Ibu, nanti pertanyaan-pertanyaan kalian ibu bahas dalam pertemuan Tatap Muka

3. Buat sebuah presentasi materi yang diambil dari rangkuman (Tidak usah semuanya) misal hanya kebahasaan dalam cerpen. Presentasi bisa dalam bentuk:
👇
🌳video, 
🌳video yang diupload di Yt,
🌳Tiktok
🌳Games buatan sendiri, 
🌳Catatan yang diupload di blog pribadi
🌳Catatan tulisan tangan dengan hiasan
🌳Catatan digital dalam Canva,Picart , dll

👆Pilih salah satu

4. Kumpulkan tugas presentasi langsung ke WA Ibu, bisa dalam bentuk link, gambar, dll. Kalau yang tulisan tangan kirim dalam bentuk foto ya. 

Terimakasih. 
🍁Wassalamualaikum wr. wb🍁

A👉Atur Eksekusi: 
  • Apa saja langkah-langkah yang akan dilakukan untuk memunculkan potensi murid rata-rata?
  • siapa yang akan terlibat dalam memunculkan potensi murid rata-rata tersebut?
  • Bagaimana strateginya yang akan dilakukan untuk mewujudkan potensi murid rata-rata

Strategi yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut

  • Langkah yang dilakukan untuk memunculkan potensi murid rata-rata mengadakan pengenalan potensi melalui uji gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik juga mutiple intelegen dan mendata kekuatan murid rata-rata
  • Mencari tahu latar belakang sosial budaya mereka melalui info wali kelas dan teman sekelas.
  • Merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan potensi murid rata-rata. Buat strategi pembelajaran yang dapat mengaktifkan dan memunculkan potensi murid rata-rata.
  • Sering memberikan pujian dan pancing mereka bertanya hal yang tidak dipahami. setiap mereka bertanya secara pribadi dan berikan jawaban.
  • Membuat penilaian transparan setiap selesai melakukan aktivitas dan memunculkan nama mereka beserta nilai terbaik yang dimiliki. Dengan demikian, mereka merasakan keberadaan mereka dihargai dan guru ada untuk mereka.
Hal-hal yang ditulisakan dalam atur eksekusi baru pada tahap perenanaan untuk kegiatan semester depan karena minggu ini sudah memasuki PAS. Jadi kegiatan pembelajaran akan diawali dengan pembuatan alat tes sederhana atau mengambil dari yang sudah ada.
Contohnya bisa diambil dari link berikut https://akupintar.id/tes-gaya-belajar Setelah itu dibuat kesimpulan. Lalu merencanakan pembelajaran berdasarkan kesimpulan tersebut, praktek belajar mengajar lalu buat penilaian dan sampaikan kepada mereka secara berkala dan berikan komentar secara pribadi terkait hasil belajar yang mereka lakukan.

Penerapan Visi dalam Kegiatan Literasi

Penerapan visi dalam pembelajaran di luar kelas difokuskan pada pengembangan Literasi Membaca, Menulis, dan Digital. Budaya literasi harus terus diupayakan karena memegang peranan penting bukan saja dalam pencapaian visi Calon Guru Penggerak, tapi juga dalam membentuk generasi yang lebih literat. 

B👉 Buat Pertanyaan Utama:

Bagaimanakah cara mengembangkan potensi siswa dalam berliterasi?

Strategi yang dilakukan adalah mengadakan kegiatan rutin membaca, lomba literasi, dan penguatan program literasi digital
  • Kekuatan: Program Sudah Berjalan sebelumnya dan tinggal melanjutkan dan mengembangkannya menjadi budaya sekolah
  • Guru Pembimbing sudah terbentuk dengan cukup Solid




A👉Ambil Pelajaran:

Apa hal yang sudah dilakukan untuk menumbuhkan budaya literasi di sekolah?
  • Melakukan kegiatan membaca buku 15 menit sebelum pembelajaran dimulai melaui kegiatan Kamis Manis Membaca Buku, Berikut contoh pengingat setiap kamis manis
Contoh laporan membaca di Google Classroom


Contoh Kegiata Membaca 15 menit
  • Mengikuti kegiatan Tantangan Membaca Bandung Barat, menjadi salah satu sekolah inspiratif dan membuat satu buku antologi

G👉Gali Mimpi:
  • Bagaimana perubahan positif yang dibayangkan dari Kegiatan Literasi Membaca dan Menulis
Tercipta Budaya literasi di sekolah secara lebih massif dan pengaruhnya lebih luas di seluruh skeolah todak hanya pada siswa TMBB yang berjumlah 32 orang

J👉Jabarkan Rencana:
  • ·Bagaimana caranya agar budaya literasi sekolah lebih massif?

Strategi yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut.

  • Membuat rencana program yang lebih rinci dan detil
  • Mengomunikasikan kepada pemangku kebijakan
  • mengadakan sosialisasi pada warga sekolah dan orang tua siswa
  • Berkolaboratif dengan guru lain
  • Mengevaluasi program secara berkala
  • Melakukan inovatif dalam berkegiatan
A👉Atur Eksekusi: 
  • Apa saja langkah-langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan budaya literasi?
  • Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut?
  • Strategi apa yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut?

Strategi yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut

  • Langkah yang dilakukan untuk meningkatkan budaya literasi seperti yang dijabarkan dalam rencana. Setiap langkahnya bertahap dilaksanakan
  • Orang yang terlibat dalam renacana tersebut adalah siswa, guru pembimbing, wali kelas, Kepala sekolah, dan orang tua siswa
  • Startegi yang dilakukan adalah dengan melakukan komunikasi, sosialisasi secara intensif dengan beragam pihak dan berupaya untuk konsisten dalam melaksanakan program 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Refleksi Ke-24

Jurnal Refleksi Ke-24 (13 Juni s.d 18 Juni 2022) Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Pada Minggu ini saya melakukan Pendapi...