Apa Itu BAGJA??
BAGJA merupakan tahapan perubahan untuk mencapai Visi seorang Guru Penggerak. BAGJA diambil dari konsep paradigma berpikir Inkuiri Apresiatif (IA). IA menekankan pada manajemen perubahan kolaboratif dengan berpusat pada kekuatan positif yang dimiliki setiap kompenen perubahan di sekolah dalam mewujudkan Visi
Pe
- Kekuatan: Jumlahnya terbanyak, Sikapanya Kooperatif dan relatif taat kepada guru
- Proses pembelajaran: Mengerjakan tugas dengan baik sesuai petunjuk, mengikuti alur dengan tertib
- Hasil belajar: relatif baik meskipun tidak istimewa
- Rencanakan perubahan yang dapat memunculkan potensi murid rata-rata berdasarkan kekuatan
- Guru melayani setiap pertanyaan murid rata-rata ketika mereka bertanya tugas atau materi pembelajaran
- Guru Memotivasi mereka sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki dan sering memberikan pujian atas hal positif yang dilakukan oleh mereka
- Aktivitas pembelajaran dilakukan secara berkelompok dan murid rata-rata merupakan murid mayoritas yang masuk ke setiap kelompok, biasanya murid rata-rata menjadi pendukung murid berprestasi dalam menyelesaikan pekerjaan kelompok.
- Di dalam kelompok, guru selalu berkeliling dan melihat perkembangan pembelajaran setiap siswa, dan bertanya kesulitan yang dihadapi. Saat seperti itu terjadi dialog dan komunikasi guru dengan siswa rata-rata dan guru memperoleh gambaran tentang potensi masing-masing siswa rata-rata. Saat seperti itu, guru "masuk" untuk memberikan penguatan atau memberikan motivasi terhadap kesulitan yang dihadapi murid rata-rata tersebut.
- Seperti apakah perubahan
positif murid rata-rata dalam aktivitas pembelajaran?
- Bagaimana perubahan positif
yang dibayangkan dari murid rata-rata setelah proses pembelajaran?
Strategi yang
dilakukan untuk menjawab pertanyaan pada tahap Gali Mimpi adalah dengan
memimpikan perubahan yang terjadi pada murid rata-rata. Mimpi yang diharapkan
tersebut sebagai berikut.
- Murid rata-rata aktif
menunjukan kemampuan dirinya dan merasa bahagia ketika belajar karena
merasakan nilai manfaat dirinya. Belajar bukan sekedar menaati guru atau
membuat situasi aman, tapi lebih ke merasakan kebutuhan dan merasakan
nilai manfaat yang ada dalam dirinya.
- Hasil pencapaian belajar lebih baik dan mereka terus merasa bersemangat belajar dan menemukan potensi diri. Performa kelompok pun menjadi lebih hidup dan bersemangat.
- Bermunculan beragam potensi yang dimiliki murid rata-rata
- Bagaimana cara agar
potensi murid rata-rata dapat dimunculkan?
- ·Bagaimana kondisi pembelajaran
yang akan dilakukan agar tercipta budaya posistif yang dilakukan
murid rata-rata dalam pembelajaran?
Strategi yang
dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut.
- Cara yang dilakukan agar potensi murid rata-rata dapat dimunculkan yaitu memposisikan mereka di kelompok yang tepat dengan peran yang tepat.
- Sering bertanya dan berkomunikasi dengan mereka terkait pembelajaran di kelas, misalnya saat bekerja kelompok
- Menyebut nama mereka ketika guru menjelaskan sesuatu atau meminta mengerjakan sesuatu
- Sering memuji pekerjaan mereka atau hal baik yang dilakukan mereka.
- Ciptakan kondisi pembelajaran yang terbuka, seperti belajar boleh salah, permainan dan juga proses pembelajaran yang memantik keaktifan mereka. Dengan cara seperti itu, diharapkan suasana pembelajaran nyaman, siswa merasa tidak memiliki kekhawatiran mengekspresikan diri.
- Memberikan tugas variatif dan menantang terhadap mereka agar tergali potensinya. Tugas yang variatif bisa menjadi pemantik munculnya beragam potensi yang dimiliki murid rata-rata. Jika potensi mereka sudah mulai terlihat, berikan penguatan terhadap hal tersebut. Contoh Pemberian tugas secara variatif
- Apa saja langkah-langkah yang akan dilakukan untuk
memunculkan potensi murid rata-rata?
- siapa yang akan terlibat dalam memunculkan potensi
murid rata-rata tersebut?
- Bagaimana strateginya yang akan dilakukan untuk
mewujudkan potensi murid rata-rata
Strategi
yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut
- Langkah
yang dilakukan untuk memunculkan potensi murid rata-rata mengadakan
pengenalan potensi melalui uji gaya belajar visual, auditorial, dan
kinestetik juga mutiple intelegen dan mendata kekuatan
murid rata-rata
- Mencari
tahu latar belakang sosial budaya mereka melalui info wali kelas dan teman
sekelas.
- Merancang
strategi pembelajaran yang sesuai dengan potensi murid rata-rata. Buat
strategi pembelajaran yang dapat mengaktifkan dan memunculkan potensi murid
rata-rata.
- Sering
memberikan pujian dan pancing mereka bertanya hal yang tidak dipahami.
setiap mereka bertanya secara pribadi dan berikan jawaban.
- Membuat penilaian transparan setiap selesai melakukan aktivitas dan memunculkan nama mereka beserta nilai terbaik yang dimiliki. Dengan demikian, mereka merasakan keberadaan mereka dihargai dan guru ada untuk mereka.
- Melakukan kegiatan membaca buku 15 menit sebelum pembelajaran dimulai melaui kegiatan Kamis Manis Membaca Buku, Berikut contoh pengingat setiap kamis manis
- Mengikuti kegiatan Tantangan Membaca Bandung Barat, menjadi salah satu sekolah inspiratif dan membuat satu buku antologi
- Bagaimana perubahan positif yang dibayangkan dari Kegiatan Literasi Membaca dan Menulis
- ·Bagaimana caranya agar budaya literasi sekolah lebih massif?
Strategi yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut.
- Membuat rencana program yang lebih rinci dan detil
- Mengomunikasikan kepada pemangku kebijakan
- mengadakan sosialisasi pada warga sekolah dan orang tua siswa
- Berkolaboratif dengan guru lain
- Mengevaluasi program secara berkala
- Melakukan inovatif dalam berkegiatan
- Apa saja langkah-langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan budaya literasi?
- Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut?
- Strategi apa yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut?
Strategi yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut
- Langkah yang dilakukan untuk meningkatkan budaya literasi seperti yang dijabarkan dalam rencana. Setiap langkahnya bertahap dilaksanakan
- Orang yang terlibat dalam renacana tersebut adalah siswa, guru pembimbing, wali kelas, Kepala sekolah, dan orang tua siswa
- Startegi yang dilakukan adalah dengan melakukan komunikasi, sosialisasi secara intensif dengan beragam pihak dan berupaya untuk konsisten dalam melaksanakan program
Tidak ada komentar:
Posting Komentar