1.4.a.10.1 Aksi Nyata - Budaya Positif - Unggah Aksi Nyata
Penerapan Budaya Positif di SMP Negeri 2 Cililin
Penerapan budaya posiif diawali dengan membuat rancangan aksi nyata sebagai berikut:
Selanjutnya aksi nyata mulai dijalankan dengan mengajak siswa menyusun Keyakinan Kelas. Pada awalnya siswa belum memahami tentang Keyakinan Kelas. Oleh karena itu, guru menjelaskan terlebih dahulu tentang Konsep Keyakinan Kelas. Setelah dijelaskan terlebih dahulu dengan contoh konkrit, siswa menyusun Keyakinan Kelas secara kolaboratif. Penyusunan Keyakinan Kelas dilakukan secara Daring karena bertepatan liburan sekolah. Ketika sesi daring tersebut, saya menemukan kendala tidak bisa merekamnya secara otomatis. Saya pun merekamnya secara manual memakai rekaman video kamera HP, sehingga hasil rekaman kurang begitu baik. Akan tetapi suaranya dapat didengar dengan jelas.
Materi tentang Keyakinan Kelas yang disampaikan kepada siswa dapat dilihat dalam Chanel Youtoube saya.
Siswa mengatakan bahwa pembentukan keyakinan Kelas ini sangat baik dan bisa dilaksanakan oleh seluruh siswa. Berikut Komentar siswa terkait pembentukan Keyakinan kelas melalui chat WA
Penerapan budaya positif juga dilakukan dengan melakukan praktik Restitusi. Praktik Restitusi saya lakukan kepada dua orang siswa dan juga beberapa siswa yang tidak pernah mengerjakan Tuas selama masa pembelajaran daring.
1. Restitusi pertama dilakukan kepada siswa bernama Nenden. Dia tinggal bersama neneknya. Sudah lama ditinggal kerja oleh Ibunya. Restitusi kurang berhasil dilakukan. Anaknya sulit digali, lebih banyak bibinya yang bicara. Tapi ditemukan sebuah potensi dalam diri Nenden yaitu suka sekali beres-beres rumah. Nenden sudah memiliki tanggung jawab dalam mengurus rumah dan membantu bibinya, bahkan bibinya sangat terbantu dengan kebiasaan Nenden yang hobi beres-beres. Akan tetapi kurang motivasi belajar di skeolah karena ternyata belum begitu lancar membaca.
2. Restitusi kedua dilakukan pada siswa bernama Rizki. Dia tinggal bersama Bibinya juga karena Ibunya kerja di Jakarta. Anak ini hampir semua mapel tidak pernah mengerjakan tugas dan pernah dihukum oleh salah satu guru karena tidak mengerjakan tugas. Kemudian dilakukan restitusi. Meskipun guru masih kesulitan menggali siswa mengeluarkan pendapatnya dan melakukan praktik restitusi, tapi siswa sudah terlihat memahami konsep memiliki Keyakinan Kelas dan dia pun menyebutkan sendiri solusi dari kesalahan yang dilakukannya yaitu dengan cara meluangkan waktu belajar dari jam 08.00-11.00 (Saat Daring). Kemudian siswa akan menunjukan tugasnya kepada wali kelas.
Setelah melakukan praktik budaya positif membentuk keyakinan kelas dan praktik restitusi. Kemudian guru membagikan hasil yang telah dilakukannya kepada beberapa rekan guru dan kepala sekolah. Saya menyampaikan tentang hukuman dan konsekuensi, kemudian tentang keyakinan kelas.
Guru-guru menyambut positif tentang pembentukan Keyakinan kelas ini. Di bawah ini adalah testimoni guru tentang materi yang sudah disampaikan.
Selain membagikan hasil praktik budaya positif kepada rekan guru, Guru juga membagikan artikel yang dimuat di web disdik KBB agar lebih banyak dibaca oleh rekan-rekan guru. Ketika pembagian raport pun dilakukan sosialisasi budaya positif kepada orang tua meskipun baru sekilas dilakukan.
Semua rangkaian kegiatan aksi nyata pun dapat dilihat di chanel youtobe.
Berdasarkan Aksi Nyata yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut:
- Budaya positif penting dibiasakan dan dipraktikan di sekolah
- Pelaksanaannya harus secara bertahap, dimulai dengan memahamkan pola pikir guru terkait budaya positif baru kemudian kepada siswa.
- Harus ada tindak lanjut yang lebih intensif agar seluruh budaya positif ini bisa terasa dampaknya bukan hanya sekedar wacana psoistif yang sulit dilaksanakan.
- Untuk melaksanakan budaya positif, sangat butuh dukungan semua pihak. Khususnya pimpinan sekolah (Kepala sekolah dan Wakasek), rekan guru, orang tua. Sebab tanpa dukungan hanya akan menjadi wacana pribadi yang kurang berdampak dalam perubahan di sekolah.
- Penerapan budaya positif bukan jalan instan tapi butuh langkah bertahap, kesabaran, dan upaya terus menerus.
Tindak lanjut yang akan dilakukan berdasarkan Aksi Nyata yang sudah dilakukan:
1. Memperbaiki pembentukan Keyakinan Kelas di Kelas secara tatap muka pada awal semester 2
2. Menuliskan jurnal hasil penerapan budaya positif selama satu smester
3. Melakukan evaluasi terkait penerapan tersebut
4. Mencoba mensosialisasikan lagi tentang budaya positif pada tahun ajaran baru kepada rekan guru lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar