Kamis, 10 Februari 2022

2.1.a.4.1. Forum Diskusi - Eksplorasi Konsep Modul 2.1

  

2.1.a.4.1. Forum Diskusi - Eksplorasi Konsep Modul 2.1



 

Pertanyaan :

  1. Informasi atau fakta apa yang disampaikan dalam video dan artikel tersebut?
  2. Gagasan baru apa yang Anda dapatkan dari video dan artikel yang Anda lihat?
  3. Apakah yang menurut Anda akan sulit diimplementasikan? Mengapa?
  4. Pertanyaan apakah yang masih Anda miliki atau klarifikasi apakah yang masih Anda perlukan terkait dengan isi video dan artikel tersebut?

Jawaban:

1.   Informasi atau fakta yang disampaikan dalam video dan artikel adalah sebagai berikut:

a.   Video 1

Tiga Strategi Diferensiasi:

1)     Diferensiasi Konten

Diferensiasi konten artinya apa yang kita ajarkan kepada siswa harus memerhatikan tiga aspek yaitu kesiapan, minat, dan profil yang beragam untuk setiap murid. Hal tersebut diumpamakan seperti penggunaan tombol equalizer . Guru memerhatikan kesiapan, minat, dan profil siswa yang berbeda dalam menyusun konten pembelajaran. Ada murid yang dibeikan bahan pembelajaran bersifat mendasar, ada yang transformatif. Bahan ajar juga disesuaikan dengan minat setiap murid dan juga memerhatikan gaya belajar murid yang berbeda.

2)     Diferensiasi Proses

Diferensiasi proses adalah tentang bagaimana murid akan memahami informasi yang dipelajari? Proses seperti apa yang bisa guru persiapkan dalam pembelajaran agar dapat mengaokomodasi kebutuhan setiap murid?

Skenario Pembelajaran yang dirancang bisa dengan cara:

a)     Kegiatan Berjenjang: melakukan hal yang sama tapi dengan cara yang berbeda

b)     Pertanyaan pemandu di sudut-sudut minat

c)     Agenda Individual. Siswa memilki daftar tugas kelompok dan individu

d)     Variasi lama waktu pengerjaan sesuai dengan kebututuhan masing-masing murid

e)     Kegiatan bervariasi yang mengakomodasi semua gaya belajar

3)     Diferensiasi Produk

       Diferensiasi produk adalah tagihan apa yang diharapkan dari murid. Produk tersebut harus mencerminkan pemahaman siswa dan sesuai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

       Diferensiasi produk meliputi 2 hal:

a)     Memberikan tantangan yang bervariasi

b)     Memberikan murid pilihan dalam mengekspresikan hasil pembelajaran baik dari segi kualitas, sifat, dan lain-lain. (indikator keberhasilan tetap disampaiakan guru)

 

b.     Video 2

Lingkunagn Belajar

Learning Community adalah Komunitas yang semua anggotanya pembelajar. Karaketrisktiknya:

1)   Setiap orang di dalam kelas menyambut dan disambut. Ruang kelas dipenuhi pekerjaan murid

2)   Setiap orang di dalam kelas saling mengahrgai

3)   Murid akan merasa aman fisik dan psikis di dalam pembelajaran

4)   Ada harapan bagi pertumbuhan sesuai kemampuan

5)   Guru Mengajar untuk kesuksesan

6)   Ada bentuk keadilan di kelas

7)   Berkolaborasi untuk kesuksesan bersama

c.      Artikel

Peran Penilaian dalam Pembelajaran Berdiferensiasi

Penilaian, berfungsi seperti sebuah kompas yang mengarahkan dalam praktik pembelajaran berdiferensiasi. Tomlinson & Moon (2013) mengatakan bahwa penilaian adalah proses mengumpulkan, mensintesis, dan menafsirkan informasi di kelas untuk tujuan membantu pengambilan keputusan guru. Ini mencakup berbagai informasi yang membantu guru untuk memahami murid mereka, memantau proses belajar mengajar, dan membangun komunitas kelas yang efektif.

Di dalam kelas, kita dapat memandang penilaian dalam 3 perspektif:

1. Assessment for learning - Penilaian yang dilakukan selama berlangsungnya proses pembelajaran dan biasanya digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan proses belajar mengajar. Berfungsi sebagai penilaian formatif. Sering disebut sebagai penilaian yang berkelanjutan (on-going assessment)

2. Assessment of learning - Penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai. Berfungsi sebagai penilaian sumatif

3. Assessment as learning - Penilaian sebagai proses belajar dan melibatkan muridmurid secara aktif dalam kegiatan penilaian tersebut. Penilaian ini juga dapat berfungsi sebagai penilaian formatif.

Hasil dari penilaian formatif akan menjadi sumber yang sangat berharga untuk mengidentifikasi atau memetakan kebutuhan belajar murid, sehingga lewat proses ini, guru akan dapat mengetahui bagaimana ia dapat melanjutkan proses pengajaran yang ia lakukan dan memaksimalkan peluang bagi tercapainya pertumbuhan dan kesuksesan murid dalam materi atau topik tersebut.

strategi penilaian formatif:

1)Tiket Keluar. Guru memberikan pertanyaan yang diajukan kepada semua murid sebelum kelas berakhir. Murid menulis jawaban mereka pada kartu atau selembar kertas dan menyerahkannya saat mereka keluar kelas.

2. Tiket Masuk. Guru juga bisa memberikan sebuah pertanyaan kepada semua murid sebelum pelajaran dimulai..

3. Berbagi 30 Detik. Dengan strategi ini, murid secara bergiliran melaporkan sesuatu yang telah ia pelajari dalam pelajaran selama 30 detik.

4. Nama dalam toples. Guru bisa meminta murid menulis nama mereka di selembar potongan kertas & kemudian memasukkannya dalam toples. Guru kemudian bisa mengajukan sebuah pertanyaan tentang konsep kunci yang sedang dipelajari, kemudian secara random mengambil sebuah potongan kertas di toples, dan meminta beberapa anak yang namanya tertulis di potongan kertas tersebut menjawab pertanyaan secara bergantian.

5. 3-2-1. Di akhir pembelajaran, strategi ini memberikan murid cara untuk merangkum atau bahkan mempertanyakan apa yang baru saja mereka pelajari. Tiga petunjuk dapat disediakan bagi murid untuk menanggapi yaitu: 3 hal yang tidak murid ketahui sebelumnya, 2 hal yang mengejutkan murid tentang topik tersebut, 1 hal yang ingin murid mulai lakukan dengan apa yang telah dipelajari. 6. Refleksi.

7. Pojok pemahaman. Minta murid pergi ke pojok-pojok kelas sesuai dengan pemahaman mereka. Jika mereka tidak memahami topik yang sedang dibahas, mereka dapat pergi ke salah satu sudut dengan murid yang memiliki tingkat pemahaman yang sama. Sementara jika sudah memahami, mereka dapat pergi ke sudut yang lain..

8. Strategi 5 jari. Minta murid mendeskripsikan pemahaman mereka terkait topik yang diajarkan dengan menggunakan 5 jari. 5 jika mereka sudah paham sekali, 1 jika merektidak paham sama sekali. Cara ini cukup cepat dan mudah untuk

2. Gagasan baru yang saya dapatkan dari video dan artikel yang saya lihat:

a)    3 strategi diferensiasi

b)    Skenario pembelajaran dalam diferensiasi proses

c)    Peran guru sangat penting dalam membentuk atmosfir lingkunagn kelas yang positif

d)    Strategi penilaian formatif

3. Hal yang menurut saya akan sulit diimplementasikan adalah waktu untuk merencanakan semua strategi tersebut dan pelaksanaannya di kelas karena waktu pembelajaran terbatas dan sepertinya kita tidak memilki cukup waktu untuk memperhatikan semua kebutuhan setiap murid. Ini tentu sanat membingungkan bagi saya bagaimana cara mengaturnya.

4.   Pertanyaan

1)  Saya merasa ada hal yang kontradiktif. Di awal disampaikan bahwa pembelajaran berdiferensiasi tidak berari guru harus merencanakan scenario pembelajaran yang berbeda bagi setiap murid karena guru bukan manusia super. Akan tetapi, setelah saya membaca semua strategi yang saya rasakan atmosfirnya adalah kerumitan guru dalam merencanakan semuanya dan juga di dalam pelaksanaannya guru harus ekstra perhatian kepada setiap murid sementara jumlah murid dalam satu kelas kadang melebihi 30 murid. Jadi, saya ingin penjelasan lebih lanjut tentang hal ini.

2)  Pembagian kelompok dikatakan fleksibel sesuai kebutuhan siswa. Apakah jika siswa memilih berkelompok sendiri sementara yang terbentuk jadinya siswa yang sudah transformative dengan sesamanya. Siswa yang mendasar dengan sesamanya. Apakah ini diperbolehkan?atau misalnya siswa berkelompok sesuai kepemilikan HP dan kuota. Jadi siswa yang memilki Hp dan kuota disebar yang lainnya mengikuti. Apakah seeperti ini termasuk ke dalam ranah fleksibel?

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Refleksi Ke-24

Jurnal Refleksi Ke-24 (13 Juni s.d 18 Juni 2022) Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Pada Minggu ini saya melakukan Pendapi...