Kamis, 16 Juni 2022

Jurnal Refleksi Minggu ke-20

Jurnal Refleksi Minggu Ke-20

(9 Mei s.d 20 Mei 2021)

Senin, 9 Mei 2021, 

Pada Minggu ini saya mulai mengerjakan Modul 3.2 tentang Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya. Seperti biasa pada awal modul diawali dengan kegiatan  alur Merrdeka dengan bagian Mulai  dari diri sendiri. Pada bagian ini, saya mencoba menjawab tujuh pertanyaan terkait pemimpin pembelajaran sebagai pengelola sumber daya. Ketujuh pertanyaan tersebut mencoba merefleksikan pengetahuan awal saya tentang materi pada modul. 3.2. 

Saya merefleksikan tentang sosok pemimpin pembelajaran yang ideal menurut pandangan saya dan belajar menjadi seorang pemimpin dari beberapa pimpinan yang pernah saya rasakan. Saya menuliskan bahwa Pemimpin yang ideal menurut saya adalah pemimpin yang memiliki visi yang jelas, kemudian program kerja yang jelas dan transparan sehingga semua guru dapat merasakan keterlibatan dalam pembangunan sekolah,program kerja yang didasarkan pada kekuatan sekolah tersebut, menempatkan orang sesuai dengan potensi yang tepat, sering memberikan pengharagaan sekecil apa pun meskipun hanya berupa kata-kata terimakasih atau berupa pengakuan akan kinerja guru, dan memperhatikan kesejahteraan bawahannya. Selalu mengevaluasi program kerja yang sudah dilakukan, terbuka pada masukan dan reflektif.

Ketika saya merefleksikan hal tersebut, rasanya masih relatif mudah jika berbicara teori. Saya memandang sosok pemimpin dari "luar" dan rasanya saya tahu hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin pembelajaran. Akan tetapi, jika saya membayangkan menjadi seorang sosok pemimpin, saya kira memimpin sebuah komunitas, sebuah sekolah lebih rumit dari hal yang saya bayangkan. Akan tetapi, Saya berharap setelah mengikuti modul selanjutnya, saya lebih memahami dan bisa lebih percaya diri di dalam melakukan peran sebagai pemimpin pembelajaran dalam mengelola sumber daya

Selasa-Kamis, 10-12 Mei 2022

Pada hari ini saya menjelajah eksplorasi konsep tentang pemimpin pembelajaran sebagai pengelola sumber daya. Hal-hal yang saya temukan dan saya pelajari pada bagian ini adalah:

1. Sekolah sebagai ekosistem yang di dalamnya memuat faktor biotik dan abiotik

2. Pengembangan komunitas berbasis  Aset

3. Mengenal 7 Kekutaan aset yang dimiliki sekolah

4. Mengenal beberapa contoh kasus dalam kegiatan di sekolah yang didasarkan pada kekuatan aset yang dimiliki sekolah

Pada bagian Eksplorasi Konsep Forum Diskusi saya tertarik dengan kasus yang diberikan karena kita dilatih untuk menjadi seorang kepala sekolah di dalam mengambil keputusan. Jawaban saya terhadap kasus tersebut dapat dilihat di dalam tautan berikut.

https://emadamayanti29.blogspot.com/2022/06/32a42-forum-diskusi-eksplorasi-konsep.html

Setelah mempelajari materi di dalam eksplorasi konsep ini, saya menjadi berlatih untuk melihat sebuah kekuatan aset yang dimiliki oleh sekolah. Sebelum mendapatkan materi ini, saya dan juga rekan-rekan di sekolah selalu membahas hal yang terjadi di sekolah dari sudut permasalahan atau kekurangan yang belum dicapai bahkan di dalam program penjamin mutu sekolah pun yang kita lihat dan kita bahasa adalah nilai paling kecil dari mutu sekolah atau hal yang belum bisa kami lakukan. Setelah memahami materi ini, saya pikir akan sangat masuk akal jika kita lebih fokus mengembangkan hal yang menjadi kekuatan di sekolah daripada mencoba menambal sulam kelemahan dan mencoba memenuhi target sementara yang lain yang sudah baik pun bisa saja malah terabaikan.

Saya rasa materi ini sangat bagus apalagi jika diterapkan oleh seorang pemimpin pembelajaran dalam mengelola aset sekolah. Dengan berbasis kekuatan aset, tentu idealnya kemajuan sekolah akan lebih fokus dan lebih berkembang.

Jumat dan Selasa, 13 Mei dan 17 Mei 2022

Pada hari ruang kolaborasi, Ibu saya masuk ke Rumah Sakit dan saya betul-betul tidak bisa fokus mengikuti ruang kolaborasi berdiskusi kelompok bersama Pak Adhyatnika Guesan Ulun dan Bu Nining Sariningsih tentang 7 Aset Kekuatan di Cililin-Cipongkor. Saya sempat bisa memberikan masukan tapi tetap tidak bisa fokus. Saya pun akhirnya membaca secara mandiri di rumah. Pada saat presentasi pun, Ibu saya masih di RS dan saat itu sedang repot-repotnya sehingga tidak bisa memberikan tanggapan secara maksimal. 

Rabu- Jumat ,18 Mei-20 Mei 2022

Karena saya kuang bisa maksimal saat mengikuti ruang kolaborasi, saya mempelajari sendiri materinya dan menyampaikan hasil refleksi saya terkait materi pemetaan aset dan menuangkan hasil pengetahuan saya di dalam kegiatan Demontsrasi Kontekstual. Sebelum saya membuat pemetaan 7 aset, saya terlebih dahulua mengamati, mewawancarai kepala sekolah, beberapa rekan guru, pihak kurikulum, kesiswaan, bendahara BOS, operator sekolah, siswa dan pengelola koperasi sekolah. Sayang, saya belum sempat mewawancarai masyarakat di lingkungan sekolah. Saya menyimpulkan bahwa dulu sebelum paham materi ini, saya selalu melihat keurangan yang ada di sekolah tempat saya bekerja. Pola itu sulit sekali diubah, akhirnya ketika saya wawncara tentang kekutan aset kepada rekan guru lain, rekan guru pun harus berpikir lama untuk menemukan aset dan bahkan tidak bisa menjawabnya. Saya pikir, materi ini bisa mengubah Mind set semua orang, agar selalu positif thinking dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi. Jika sudah terbiasa berpikir positif akan mudah menemukan kekuatan dari setiap aset yang dimilki sekolah tempat kita bekerja.

Kedepannya, saya ingin terus belajar berpikir berbasi kekuatan aset baik di dalam kehidupan saya pribadi atau pun di dlam pekerjaan saya. Saya pikir pola pikir semacam ini akan lebih membuat kita maju dan berkembang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Refleksi Ke-24

Jurnal Refleksi Ke-24 (13 Juni s.d 18 Juni 2022) Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Pada Minggu ini saya melakukan Pendapi...