Kamis, 31 Maret 2022

JURNAL REFLEKSI KE-1

 JURNAL REFLEKSI MODEL 1🤩

Ema Damayanti_SMP Negeri 2 Cililin

Sabtu, 23 Oktober 2021

Minggu ini, di dalam LMS CGP masih mempelajari Modul 1.1. Refleksi Filosofis Ki Hajar Dewantara. Dalam alur MERDEKA, baru melewati tahap MER ( Mulai dari Diri Sendiri, Eksplorasi Konsep, dan Ruang Kolaborasi). Pada pembelajaran Refleksi Filosofis Ki Hajar Dewantara ini saya banyak menyelami pemikiran-pemikiran Ki hajar Dewantara dari membaca materi-materi dan Video yang disajikan juga penjelasan dari instruktur saat pertemuan google meet. Saya juga sudah menghasilkan satu video refleksi yang saya buat sendiri, satu buah tulisan tentang refleksi pemikiran KHD yang rencana akan saya kirim di media online dan juga 1 buah tulisan lagi hasil dari refleksi diskusi kelompok tentang pemikiran KHD yang dikaitkan dengan kondisi sosial budaya. Saya mengalami beberapa kendala seperti kurang rasa percaya diri saat menyimpulkan pemikiran KHD, akhirnya saya baca berulang-ulang materinya bahkan saya cari jurnal tentang pemikiran KHD juga saya tonton video refleksi dari pak Dirjen berulang-ulang. Setelah itu, barulah saya merasa sudah punya gambaran lebih utuh tentang pemikiran KHD. Minggu ini di sekolah saya pun masih PTS, jadi saya belum bisa menerapkan hasil pembelajaran di LMS dalam praktik di sekolah karena PTS dilakukan serentak sesuai jadwal yang ditentukan.

Setelah saya mempelajari pemikiran KHD, saya merasakan bahwa pemikiran KHD tentang pendidikan  ini sudah sangat ideal jika mampu diterapkan di negeri kita. Ya, bagaimana pun pendidikan itu seharusnya membuat siswa dapat mencapai kebahagiaan setinggi-tingginya. Siswa bebas mengeksplorasi dirinya dan menemukan potensi yang ada di dalam dirinya. Akan tetapi, dalam pelaksanaan yang sudah saya lakukan selama ini, saya merasa belum mampu secara maksimal menerapkan pemikiran KHD. Sejauh ini saya memang sudah berusaha membuat pembelajaran menyenangkan, membuat siswa termotivasi, saya pun sebagai guru tidak berhenti belajar agar dapat menyajikan pembelajaran yang terbaik untuk siswa. Saya juga membaca buku-buku pendidikan. Bahkan konsep multiple intelegen yang saya rasakan sesuai dengan pemikiran KHD Sudah saya coba terapkan semampu saya.

Akan tetapi, setelah saya mendengar refleksi pemikiran KHD dari Instruktur, saya merasa bahwa saya memang belum mampu menyajikan konsep merdeka belajar di kelas saya. Saya dibuat sadar dan menangis ketika Instruktur mencontohkan beberapa kasus dialog antara guru dan siswa. Contohnya, saya masih sering menyalahkan siswa saya ketika mereka tidak mau belajar, tidak mengerjakan tugas, bahkan saya menyesalkan pihak orang tua dalam mendampingi anaknya belajar. Setelah mendapat penjelasan dari instruktur, saya kembali merasa ke titik nol, saya belum paham seperti apa cara mendidik dan mengajar anak-anak didik saya bahkan anak saya sendiri. Saya sering “memaksa”mereka untuk melakukan yang saya mau. Akan tetapi, saya sejujurnya masih merasakan kebingungan bagaimana menerapkannya. Berada di dalam kelas saja, ketika tumpukan buku pelajaran bahasa Indonesia yang semua isinya adalah bacaan saya merasa bingung, bagaimana membuat anak-anak saya tertarik dengan membaca?

Ketika saya berkolaborasi bersama teman sesama CGP tentang pemikiran KHD yang dikaitkan dengan kondisi sosial budaya. Hasil dari diskusi membuat saya sendiri kaget, ternyata kami menemukan sebuah kesimpulan bahkan boleh dikatakan sebuah teori  sederhana bahwa siswa di daerah kami adalah daerah transisi bukan desa dan kota maka pembelajaran pun harus disesuaikan dengan kondisi mereka. Siswa sudah paham dengan beragam perangkat digital, bahkan mereka ahli anime, gamers, tiktokers, dll. Sepertinya saya harus mulai terbuka “mendekati” hal-hal tersebut dan mulai merancang pembelaaran yang bisa mengeskplorasi kesenangan mereka dengan hal-hal tersebut, semacam pengalihan dari hal negatif kepada hal positif. Bukankah KHD Mengatakan bahwa pendidikan harus memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman. Mengawali pemahaman saya tentang ini, sepertinya saya harus mulai terbuka dengan hal yang mereka senangi. Memunculkan sisi positif mereka, dan menyuramkan sisi negatif yang ada pada siswa.

Kedepannya, saya berharap saya merasa terbimbing dalam menyajikan pembelajaran di kelas dan dalam melakukan perubahan-perubahan untuk kebaikan siswa-siswa saya. Saya juga berharap dengan mempelajari modul-modul selanjutnya, saya lebih percaya diri dalam membagikan ilmu dan pengalaman  yang saya peroleh selama mengikuti CGP.


Details: (622 words) Created 159 days and 2 hours ago.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Refleksi Ke-24

Jurnal Refleksi Ke-24 (13 Juni s.d 18 Juni 2022) Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Pada Minggu ini saya melakukan Pendapi...