Kamis, 31 Maret 2022

JURNAL REFLEKSI MINGGU KE-2

 Minggu, 31 Oktober 2021

                Minggu ini pembelajaran modul 1.1 dalam konsep MERDEKA sampai pada aktivitas DEKA (Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi  Antarmateri, dan Aksi nyata di lapangan. Saat Demonstarsi Kontekstual saya sempat kebingungan menyampaikan  “cara” merefleksi pemahaman saya terhadap pemikiran KHD dalam sebuah karya. Saya akhirnya memutuskan untuk melakukannya dengan membuat sebuah puisi akrostik dari singkatan Ki Hajar Dewantara. Saya sebenarnya kurang puas dengan hasil karya yang saya buat, apalagi jika melihat karya teman lain yang memang sudah sangat bagus. Saya akan berusaha lebih baik lagi kedepannya dan lebih maskimal dalam menuangkannya.

Sebenarnya hal terpenting adalah saya mampu memahami pemikiran KHD tersebut dan mempraktikannya di depan kelas. Saya memiliki ide untuk mempraktikan hasil belajar saya memhamai KHD juga hasil diskusi kelompok dengan memberikan tugas kepada siswa kebetulan kelas 8 saat ini untuk mapel bahasa Indoensia masih daring dan baru tatap muka nanti pada Mingu ke-2 bulan November. Saya coba memberikan tugas yang berbeda sesuai dengan kodrat zaman siswa yaitu dengan memberikan kemerdekaan terhadap siswa untuk mengumpulkan tugas dalam bentuk apa pun yang mereka kuasai seperti video, tulisan tangan dengan hiasan, audio, tik tok, dll.

Setelah melontarkan tugas yang berbeda seperti itu, betapa bahagianya saat siswa mengumpulkan tugas, “Kok anak sekarang memang keren-keren” Mereka bisa membuat video dalam waktu singkat tanpa diajarkan seperti apa cara membuatnya. Karya tulisan tangan mereka juga ternyata bagus. Saya jadi lebih memahami “selera” siswa saya dan juga “Cara berpikir” mereka. Mereka juga ternyata memiliki kodrat atau landasan moral yang baik menurut versi mereka. Dulu, saya pikir kesukaan siswa terhadap BTS (KPOP), Games, sama sekali tidak ada manfaatnya. Tapi ternyata, landasan kesukaan mereka terhadap BTS salah satunya karena katanya BTS masih muda sudah menginspirasi dan bisa membanggakan orang tua. Ada juga yang mnegatakan  dari games saya belajar ketelitian, dari anime saya belajar menghargai orang lain dll. Ternyata guru hanya perlu memahami mereka dan mengarahkan ke hal yang lebih baik. Misalanya soal kesukaan pada budaya Korea, guru tinggal mengarahkan bagaimana agar mereka bisa meniru kesuksesan BTS dengan membumikan budaya Indonesia di kancah dunia.

Hal menarik lainnya, ternyata saya menemukan bahwa ada siswa saya yang suka menulis novel di Watpadd, tapi anak tersebut jarang mengerjakan tugas sekolah. Kemudia saya beri motivasi agar siswa tersebut menulis novel yang didalamnya terdapat muatan materi pelajaran. Hal tersebut membuat siswa merasa tertantang dan bahkan dia katakana mau membaca materi pelajran agar bisa buat novel yang berisi muatan matematika, IPA, IPS, dan pelajaran lainnya. Satu hal lagi momentum eureuka pada murid saya, ternyata siswa itu sangat suka diberi tantangan sesuai dengan bakat minat mereka.

Sebelumnya, saya biasanya memberikan tugas dengan menggunakan google classroom kemudian siswa mengisi tentang pertanyaan yang saya buat atau juga saya buat perintah tugas di canva, kemudian siswa menjawab secara manual dalam bentuk tulisan. Setelah saya evaluasi ternyata, siswa memang beragam. Ada yang merasakan bahwa tugas yang saya berikan itu seru dan menantang. Tapi ada juga siswa yang memang lebih mudah mengerjakan tugas dengan daring dengan menggunakan google classroom. Ada juga yang lebih suka mengerjakan dengan cara manual ditulis tangan lalu dikumpulkan ke sekolah. Hal tersebut tergantung dari fasilitas belajar yang mereka miliki. Sepertinya, guru harus memberikan motivasi dan penguatan bahwa semua tugas seperti apa pun caranya dan seperti apa pun teknik pengumpulannya semua bagus dan diperbolehkan. Setiap cara pasti memilki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

                Kedepannya sebelum pembelajaran dimulai, saya ingin melakukan survey kepada siswa terkait kemampuan dan potensi dasar yang mereka miliki. Misalnya ketika siswa suka sekali membuat novel di Watpad, saya akan coba meminta siswa tersebut menuliskan tugas-tugas konsep bahasa Indonesia dalam bentuk Novel saja. Ketika siswa hobi membuat video, games dll saya buatkan tugas khusus untuk anak tersebut mengumpulkan tugas dalam bentuk video dll. Saya pun akan coba mencari tahu profesi setiap orang tua siswa, seingga nanti saya bisa meminta orang tua menjelaskan satu materi yang memang cocok dengan materi ajar dan juga profesi orang tua tersebut.

Perubahan yang saya lakukan dalam penugasan pembelajaran bahasa Indonesia mendapat apresiasi dari rekan kerja dan juga siswa. Guru sesama Mapel Indonesia yang mengampu di kelas 8 sama dengan saya ikut merasa senang karena ternyata hasil anak begitu kreatif. Beberapa siswa pun merasa  senang karena ternyata tugas membuat video itu seru.

Rancangan pembelajaran yang akan saya lakukan untuk kedepannya adalah pembelajaran tatap muka masih dengan materi yang sama unsur teks eksposisi. Saya akan membuat aktivitas pembelajaran dengan metode games. Hal tersebut sesuai dengan pemikiran KHD bahwa Pembelajaran dengan games sesuai dengan kodrat zaman siswa yang memang menyukai tantangan. Pembelajaran tersebut sudah sesuia prinsip Ing Madyo Mangun Karso dan Tut wuri handayani, guru hanya sebagai fasililitator dan pemberi motivator, pembelajaran berpusat pada siswa. 

Setelah mempelajari pemikiran KHD ada beberapa hal yang berubah tentang cara pandang saya terhadap siswa. Saya lebih terbuka dengan hal-hal yang disukai siswa dan tidak lagsung melontarkan nasihat. Akan tetapi mencoba memunculkan terlebih dahulu potensi mereka. Jika sudah ditemukan baru memberikan masukan yang akan membuat mereka lebih tertantang dan lebih berprestasi. Hal lain yang berubah adalah saya merasa harus lebih memahami siswa seprti apa pun mereka baik dari sikap dan perilaku betul-betul menghamba kepada siswa dalam artian, saya ini pamong dan mereka adalah anak-anak yang membutuhkan bimbingan dan arahan. Jadi kalau aanak berbuat salah harus diluruskan bukan dimarahi karena boleh jadi mereka belum mengerti kesalahan yang dilakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Refleksi Ke-24

Jurnal Refleksi Ke-24 (13 Juni s.d 18 Juni 2022) Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Pada Minggu ini saya melakukan Pendapi...