3.3.a.10.1. Forum Berbagi Aksi Nyata - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
Gemar Sasalaman (Gerakan Mari Membaca Satu Hari Satu Halaman)
di SMP Negeri 2 Cililin
Gemar
Sasalaman (Gerakan Mari membaca Satu Halaman) merupakan slogan Gerakan Literasi
Sekolah di SMP Negeri 2 Cililin. Program ini merupakan program kokurikuler yang
sudah dibuat sejak tahun 2018. Program ini dibuat dengan harapan bahwa
kegemaran membaca pada murid dan juga seluruh warga sekolah akan meningkat dan
membaca pun menjadi sebuah budaya positif yang ada di sekolah. Harapannya sederhana, cukup hanya dengan membaca satu hari satu halaman. Sebuah upaya
‘memaksakan’ hal positif dimulai dengan hanya satu hari satu halaman.
Akan tetapi, budaya positif Gemar
Sasalaman ini belum terwujud meskipun kegiatan GLS (Gerakan Literasi Sekolah) di SMP Negeri 2 Cililin
sudah berkembang dibandingkan sejak awal mula didirikannya. Diantaranya sekolah
kami sudah mendapatkan 3 penghargaan berturut-turut selam 2 tahun sebagai salah satu sekolah inspiratif karena mampu meloloskan sekitar 30 siswa mengikuti Tantangan
Membaca Bandung Barat dan berhasil membuat 2 Antologi buku karya guru dan murid
dan 1 penghargaan sebagai sekolah inovatif karena mampu mengikuti tantangan
juga membuat konten kreator selama tiga bulan sebanyak 6 konten.
Saya
juga melihat perkembangan murid dalam membaca buku. Pada awal mula saya
mendirikan program ini, banyak murid masih asing dengan buku. Hanya ada 1 atau
2 murid yang memiliki kegemaran membaca dan mereka sekarang sudah mahasiswa dan
akhirnya mengikuti jejak saya mengambil jurusan bahasa Indonesia. Saya masih
ingat ketika saya membawa satu kantong buku-buku bacaan dari rumah untuk mereka
baca. Hal itu masih terasa asing. Akan tetapi sekarang, banyak murid yang
membawa buku bacaan kemana-mana. Mereka mengenal sejumlah pengarang muda
Indonesia dan mereka pun tidak asing dengan buku. Meskipun, kegiatan membaca
pun meningkat ketika program TMBB berjalan. Anak-anak dan juga guru masih
melakukan aktivitas membaca karena tuntutan bukan kesadaran akan pentingnya
membaca buku.
Semua
orang tentu sudah sepakat bahwa membaca buku itu penting. Salah satu nilai pentingnya bahwa kemampuan literasi itu menjadi dasar bagi semua orang dalam memahami dan mengolah informasi secara tepat, juga dapat meningkatkan kemampuan bernalar kritis serta problem solving di dlama kehidupan. Tapi, terkadang bahan
buku bacaan yang tidak ada atau tidak begitu variatif. Sedangkan membeli buku pun masih dianggap sebagai hal mewah yang belum menjadi prioritas. Hal tersebut menjadi salah satu tantangan terhambatnya program ini. Bahkan, pengadaan buku di perpustakaan sekolah pun masih terbatas pada buku-buku paket atau buku pesanan dari penerbit yang sudah terbiasa bekerjasama. Apalagi saat di masa pandemi. Program ini pun menjadi banyak terhambat. Akan tetapi, hal tersebut tidak menyurutkan semangat untuk terus mewujudkan program Gemar Sasalaman Ini.
Saat pandemik hal yang saya lakukan adalah mengenalkan tentang pentingnya literasi membaca dan menulis dalam acara PPDB. Saya pun menyampaikan materi pada peserta didik baru melalui zoom meeting yang difasilitasi oleh panitia PPDB. Berikut PPT Materi yang saya sampaikan.
https://docs.google.com/presentation/d/10-XC3WdIPiZtMQa9WQ7MN-EbzsUHj6sW/edit?usp=sharing&ouid=101934161242809160505&rtpof=true&sd=trueLangkah kedua, saya meminta kepada kurikulum agar program membaca Gemar Sasalaman ini dimasukkan tiap hari pada jadwal sebelum jam pertama dimulai. Akan tetapi, kurikulum hanya mengizinkan dilaksanakannya hanya satu hari saja yaitu pada hari Kamis karena hari lainnya untuk program kegiatan lainnya. Saya pun membuat program Kamis Manis Membaca. Saya mengundang semua siswa dari berbagai tingkatan untuk masuk grup WA Literasi. Di grup saya umumkan bahwa siswa diahruskan membaca satu hari satu halaman (Minimal) dan dilaporkan setiap kamis. Lalu setiap kamis membagikan pengumuman tentang membaca.
Berikut contoh pengumumam yang saya bagikan di grup WA. Dan contoh siswa membaca di rumah.
Saya juga meminta beberapa siswa (Sukarela) untuk menyampaikan hasil reviu dalam bentuk video dan mengupload di YT sekolah. Ini salah satu contoh video reviu buku yang disampaikan siswa.
Hasil dari laporan membaca kemudian saya rekap dari laporan spreedsheet google classroom. Setiap siswa yang aktif mengikuti kegiatan membaca sebelum pembelajaran dimulai saya berikan sertifikat sebagai bukti penghargaan untuk mereka. Berikut contoh hasil rekap membaca di spreeadsheet dan contoh sertifikat siswa.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar